Bawaslu: Video Bupati Jember Temuan Dugaan Pelanggaran Pemilu

Editor: Koko Triarko

Komisioner Bawaslu Jember, Andika Firmansyah. -Foto: Kusbandono

JEMBER – Setelah melalui proses cukup panjang selama sepekan, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jember, akhirnya menetapkan video Bupati Faida sebagai temuan dugaan pelanggaran pemilu. Selanjutnya, Bawaslu memiliki waktu maksimal 14 hari, untuk mengkaji dan memetakan pasal-pasal yang diduga dilanggar.

“Kesepakatan kami, Bawaslu Kabupaten Jember menyepakati, bahwa video Bupati tersebut sebagai temuan (dugaan pelanggaran pemilu),” terang Komisioner Bawaslu Jember, Andika Firmansyah, kepada Cendana News Jumat (28/12/2018).

Menurut Andika, video Bupati yang beredar di media sosial tersebut menjadi informasi awal yang harus ditindaklanjuti maksimal 7 hari, karena tidak ada pihak yang melaporkan kepada Bawaslu. Untuk itu, pihaknya sudah membentuk tim investigasi, hingga akhirnya disepakati status video tersebut sebagai temuan Bawaslu.

“Jadi, tujuh hari kemarin itu, kita manfaatkan untuk menambah informasi, agar informasi awal tersebut bisa ditindaklanjuti sebagai temuan. Sebatas kita mintai konfirmasi saja, kepada yang meng-upload dan keterangan saksi lainnya,” ungkapnya.

Baru setelah ditetapkan sebagai temuan dugaan pelanggaran pemilu, Bawaslu bisa melakukan penyidikian lebih lanjut sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Pihaknya memiliki waktu maksimal 14 hari kerja, untuk mengkaji dan memetakan pasal-pasal yang diduga dilanggar oleh Bupati Faida.

“Tahap awal nanti, kita akan melakukan klarifikasi kepada yang bersangkutan (Bupati Faida), dan pihak-pihak yang terkait. Kita juga akan memilah pasal-pasal yang diduga melanggar. Kalau pasal yang mengenai pelanggaran administrasi, cukup dibahas di internal Komisioner Bawaslu,” terangnya.

Namun, jika kemudian ditemukan adanya pelanggaran pidana pemilu, maka persoalan ini akan dibahas bersama dengan sentra penegakkan hukum terpadu (Gakkumdu).

“Misalkan ini ada pasal yang kita sangkakan masuk dugaan ke sentra gakkumdu (pidana pemilu), ya kita akan bahas bersama dengan sentra gakkumdu,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Forum Masyarakat Tertindas (Format), Kustiono, meminta agar Bawaslu bekerja secara profesional dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran pemilu Bupati Faida tersebut.

Jangan sampai, karena pihak yang diduga melakukan pelanggaran pemilu adalah orang nomor satu di Jember, Bawaslu kemudian menjadi goyah, sehingga keputusan yang diambil tidak sesuai dengan fakta.

“Kita minta Bawaslu profesional, demi keadilan publik. Apa yang dilakukan Bupati di tengah acara kenegaraan yang dibiayai uang rakyat, mengkampanyekan suaminya itu jelas pelanggaran pemilu,” ujarnya, usai mendatangi Kantor Bawaslu Jember, Jumat (28/12/2018).

Jika kemudian Bawaslu ‘tumpul’ dalam menindaklanjuti dugaan pelanggaran pemilu Bupati Faida, maka akan menjadi preseden buruk Demokrasi Indonesia.

“Bisa jadi, nanti akan banyak pihak yang melakukan pelanggaran serupa, tanpa bisa ditindak oleh Bawaslu,” pungkasnya.

Lihat juga...