Bea Cukai Purwokerto Musnahkan Ratusan Ribu Rokok Ilegal

Editor: Mahadeva

PURWOKERTO – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Purwokerto, Kamis (20/12/2018) memusnahkan ratusan ribu batang rokok ilegal. Rokok tersebut, tidak dilengkapi dengan pita cukai.  Bahkan, ada yang bentuk pelanggarannya adalah, pita cukai yang tidak sesuai dengan peruntukan, serta ada yang memalsukan pita cukai.Pemusnahan 319.642 batang rokok tanpa cukai tersebut, dilakukan di halaman Kantor Bea dan Cukai Purwokerto.

Kepala Kantor Bea dan Cukai Purwokerto, Nelson Hasoloan – FOTO : Hermiana E.Eff

Kepala Kantor Bea dan Cukai Purwokerto, Nelson Hasoloan, mengatakan, rokok ilegal tersebut diperoleh dari operasi dari Januari hingga Desember 2018. Ada tiga kabupaten yang menjadi target penyisiran rokok ilegal, yaitu Kabupaten Banjarnegara, Purbalingga dan Banyumas.

ʺPetugas kita menyisir tiga kabupaten dan terbanyak rokok ilegal beredar di Kabupaten Purbalingga dan Banjarnegara. Kalau untuk Purwokerto relatif lebih sedikit. Jadi para distributor, banyak mengedarkan rokok ilegal di daerah pinggiran atau desa-desa,ʺ terangnya.

Akibat peredaran rokok tanpa cukai, kerugian negara mencapai Rp119  juta. Dari pengakuan para pengecer dan distributor, rokok tanpa cukai tersebut diperoleh dari Kabupaten Jepara dan Kudus. Rokok ilegal, didistribusikan dengan mobil box ke pengecer-pengecer dan beberapa ke distributor. Terkait tindaan hukum yang dikenakan kepada para pengecer dan distributor, sejauh ini hanya dilakukan penyitaan barang untuk kemudian dimusnahkan. Untuk distributor hanya dikenakan sanksi administratif, berupa teguran.

Barang bukti yang disita masih dalam skala kecil, dan tidak memenuhi unsur ekonomis secara tindak pidana, sehingga belum bisa dijerat dengan tindakan hukum. ʺKalau barang buktinya dalam skala besar, baru bisa dijerat dengan tindak pidana. Tetapi karena hanya sedikit, maka hanya dilakukan penyitaan dan pemusnahan. Para pengecer ini hanya mempunyai beberapa slop rokok ilegal saja, dan untuk distributor paling banyak hanya 10 sampai 15 slop, sehingga masih tergolong skala kecil,ʺ tutur Nelson.

Menurut Nelson, pihaknya juga kesulitan untuk melacak ke bagian hulu peredaran, sebab sistemnya jual-putus. Para pengecer hanya menerima droping barang dan dalam waktu satu hingga dua minggu. Mereka didatangi, dan baru membayar jika barang laku. Harga rokok ilegal sangat murah, hanya dibandrol Rp6 ribu per bungkus. Untuk kandungan yang ada di dalamnya, relatif sama dengan rokok pada umumnya.

Lihat juga...