Belimbing Mekarsari, Unggul Karena Produktif dan Tidak Rewel

Editor: Makmun Hidayat

BOGOR — Salah satu jenis buah yang sudah mendekati masa panen di Taman Buah Mekarsari adalah Belimbing. Dengan perawatan yang tidak terlalu rumit, buah yang berbentuk bintang ini memiliki potensi untuk menjadi unggulan di bidang agro industri.

Ada 17 jenis belimbing yang dibudidayakan di Mekarsari dengan usia sekitar 23 tahun. Seperti Sembiring, Dewi, Wijaya, Wulan, Bangkok dan Malaya. Dan yang menjadi unggulan adalah Malaya dengan warna buah kuning terang, Sembiring dengan warna buah kuning cenderung oranye dan Wulan yang memiliki warna buah kuning pucat.

“Sebenarnya belimbing itu banyak jenisnya, hanya masyarakat umum hanya tahunya dengan sebutan belimbing. Atau mengenal bedanya antara belimbing dan belimbing wuluh. Padahal 2 buah itu berbeda family. Yang dikenal dengan nama belimbing adalah belimbing yang bisa langsung dimakan saat segar. Kalau belimbing wuluh, kan asem kalau dimakan segar,” kata Staf Produksi Kebun, Anna Sartika Hutapea, di Kebun Belimbing Taman Buah Mekarsari, Senin (10/12/2018).

Ukuran buah belimbing yang paling pas untuk dibungkus – Foto: Ranny Supusepa

Anna memaparkan bahwa belimbing termasuk tanaman yang tidak terlalu rewel. Dan hama yang menghampirinya biasanya adalah lalat buah dan sisik naga.

“Biasanya kita membungkus dengan melihat ukurannya, ya sekitar di umur satu bulan dengan menggunakan kertas. Pertimbangan lainnya sebelum membungkus adalah kemulusan buahnya. Dengan dibungkus akan melindungi buah belimbing dari lalat buah. Waktunya harus tepat, karena jika terlalu besar ada potensi sudah termakan lalat buah. Jika terlalu kecil, akan gampang copot,” ujar Anna.

Persentase kerontokan jika buahnya sebesar ibu jari dibungkus adalah 40 berbanding 60 persen. Jika lebih besar sedikit, tingkat persentase kerontokan menjadi 25 berbanding 75 persen. Buah belimbing yang dibungkus tepat pada waktunya, bisa menurunkan kerontokan hingga hanya 10-15 persen.

Dari satu pohon belimbing, menurut Koordinator Produksi Kebun, H. Engkar Martawijaya, sebenarnya bisa mencapai 300 hingga 500 buah yang dibungkus. Tapi di Mekarsari, karena mengutamakan untuk edukasi dan kualitas, biasanya maksimal 300 buah saja.

“Bisa saja banyak, tapi kan Mekarsari mengutamakan kualitasnya dan juga untuk memberikan wisata petik buah, jadi ya hanya 120 hingga 300 saja. Dengan berat 250 hingga 350 gram per buahnya,” ujar pria yang akrab dipanggil pak haji ini.

Lihat juga...