Bencana Lampung, Personel Gabungan Terus Upayakan Pencarian Korban

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Personel gabungan dari sejumlah unsur TNI, Polri, Basarnas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan serta relawan, terus melakukan upaya penanganan pasca bencana gelombang tsunami di pesisir Lampung Selatan (Lamsel). Hingga pukul 16.52 WIB data yang dihimpun dari Basarnas Lampung dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan tercatat bahwa korban meninggal dunia yang ditemukan oleh tim SAR gabungan berjumlah sebanyak 58 jenazah yang terletak di berbagai lokasi.

Berdasarkan data sejumlah korban meninggal dunia  di antaranya sebanyak 19 jenazah berada di Rumah Sakit Umum Dr. Bob Bazaar Kalianda, sebanyak 16 jenazah di Masjid Nurul Huda, Masjid Way Muli sebanyak 11 jenazah, sebanyak 2 jenazah di Desa Tejang Pulau Sebesi, Sebanyak 6 jenazah di Desa Kunjir, 2 jenazah di Desa Sukaraja, 1 jenazah di Desa Banding, dan 1 jenazah di Desa Pangkul.

Selain korban meninggal dunia, sebanyak 242 orang mengalami luka berat dan luka ringan.

”Sejumlah korban meninggal sebagian sudah dikebumikan oleh kerabatnya, sementara korban luka mendapat perawatan di sejumlah Puskesmas dan rumah sakit. Informasi lanjutan akan diinformasikan,” terang Deni Kurniawan, selaku Kepala Seksi Humas  Basarnas Lampung dalam keterangan resmi yang diperoleh Cendana News, Minggu (23/12/2018).

Deni Kurniawan (berkacamata dengan HT di dada) Humas Basarnas Lampung – Foto Henk Widi

Deni Kurniawan juga menyebut, personel Basarnas Lampung telah melakukan sejumlah langkah membantu masyarakat. Selain di wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa, personel Basarnas juga dikerahkan di sejumlah lokasi yang diduga masih ada korban belum ditemukan.

Personel Basarnas disebutnya telah melakukan penyisiran menggunakan perahu karet di sejumlah pantai di antaranya Pantai Alau Alau Kalianda. Peralatan untuk membongkar material bangunan padat untuk mencari korban kemungkinan terjebak reruntuhan bangunan dikerahkan.

Selain melakukan evakuasi jenazah yang berada di sejumlah titik, personel Basarnas Lampung juga melakukan upaya pembersihan di sepanjang jalan lintas pesisir.

Deni Kurniawan menyebut, akibat terjangan gelombang tsunami, sejumlah akses jalan di wilayah pesisir hanya bisa dilalui kendaraan roda dua. Bersama unsur Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Lamsel, alat berat dikerahkan untuk membersihkan material bangunan yang menutupi badan jalan pasca gelombang tsunami menerjang pada Sabtu malam (22/12).

Berdasarkan informasi, dampak gelombang tsunami juga menyebabkan warga di Pulau Sebesi mengungsi di gunung. Gelombang pasang tsunami yang diduga disebabkan aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK) membuat sejumlah wisatawan yang mengunjungi pulau tersebut belum bisa pulang kembali ke dermaga Canti Kecamatan Rajabasa.

Perahu nelayan di pantai Minang Rua Bakauheni terhempas gelombang pasang tsunami – Foto Henk Widi

Warga setempat bahkan mengharapkan adanya bantuan karena sebagian masih belum berani kembali ke rumah masing-masing akibat khawatir akan adanya gelombang pasang susulan.

Dampak gelombang pasang tsunami yang menerjang kampung nelayan di wilayah pesisir, sejumlah warga memilih masih mengungsi di lokasi aman.

Pantauan Cendana News di wilayah pesisir Rajabasa, Kalianda dan Bakauheni, sebagian warga memilih mengungsi di tempat yang sudah disediakan berupa balai desa, sekolah serta rumah kerabat. Di Desa Kerinjing Kecamatan Rajabasa, sejumlah warga bahkan mulai secara mandiri membuat dapur umum untuk warga yang mengungsi. Salah satunya di SD Negeri Kerinjing.

Sejumlah relawan peduli bencana tsunami di Lampung Selatan di antaranya Pemuda Pasuruan (Pempas) Serentak bahkan telah ikut membantu warga. Pempas Serentak melalui  salah satu anggotanya bernama Sugeng Hariyono menyebut, telah melakukan upaya penggalangan dana untuk meringankan beban para korban tsunami.

Selain itu, sejumlah warga yang mengungsi di balai Desa Kelawi Kecamatan Bakauheni, sebagian didominasi oleh perempuan dan anak-anak. Telah difasilitasi oleh desa dan kecamatan karena belum kembali ke rumah masing masing.

Lihat juga...