Beras Organik Garut Tembus Pasar Swalayan

GARUT – Dinas Pertanian Kabupaten Garut menyatakan, beras organik yang diproduksi oleh petani di Garut telah mampu menembus pasar swalayan di sejumlah kota besar di Indonesia dengan harga jual lebih bagus dibandingkan beras biasa.

“Beras organik yang diproduksi di kita ini mampu diserap atau masuk ke supermarket,” kata Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga, kepada wartawan di Garut, Kamis.

Ia menuturkan, Kabupaten Garut merupakan kawasan lahan pertanian dengan berbagai jenis hasil tani seperti sayur-sayuran, termasuk beras, bahkan hasil perkebunan di antaranya kopi.

Selain banyak produk pertanian di Garut, salah satu yang juga sedang dikembangkan oleh petani Garut yakni beras organik.

“Untuk padi organik ini kita sudah berjalan lima sampai enam tahun,” katanya.

Ia menyebutkan, areal pertanian yang mulai ditanami padi organik yakni di Kecamatan Cilawu seluas 10 hektare, Bayongbong seluas 15 hektare dan Limbangan dengan luas lahan sekitar 5 hektare.

Rencananya, areal pertanian untuk padi organik akan diperluas agar mendapatkan produksi beras organik lebih banyak dan memberikan keuntungan buat petani.

“Nanti akan diperluas lahan padi organik, sementara yang ada kita produksi hampir 6,8 ton beras dari satu hektare,” katanya.

Ia menyampaikan pemasaran padi organik tidak hanya langsung oleh pemasok ke supermarket, tetapi menjalin kerjasama untuk pemasarannya dengan kelompok tani padi organik di Kabupaten Tasikmalaya.

Beras organik yang diproduksi di Garut memiliki nilai jual dari petani sebesar Rp15 ribu per kilogram, lebih tinggi harganya dibandingkan beras padi umumnya pada kisaran Rp7 ribu sampai Rp8 ribuan per kilogram.

“Beras organik dari Garut ini kalau dijual di pasaran bisa sampai Rp20 ribu,” katanya. (Ant)

Lihat juga...