Berkas Perkara Mantan Dirut Pertamina Siap Dilimpahkan

Editor: Koko Triarko

Jaksa Agung, HM Prasetyo -Foto: M Hajoran

JAKARTA – Jaksa Agung, HM Prasetyo, mengatakan berkas perkara mantan Direktur PT Pertamina, Karen Agustiawan, sudah dinyatakan lengkap atau P21. Dalam waktu yang tidak lama lagi, Kejaksaan akan melimpahkan kasus tersebut ke Pengadilan, untuk menjalin proses persidangan dalam kasus dugaan korupsi blok minyak dan gas Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009.

“Kasus Karen Agustiawan sudah P21 atau dinyatakan lengkap, dan saat ini masih ditangani Kejaksaan Agung, oleh Direkrut Penyidik, nanti akan diserahkan ke Direktur Penuntutan untuk dipelajari lagi,” kata Jaksa Agung HM Prasetyo, kepada wartawan di Gedung Kejaksaan Agung, Jumat (21/12/2018).

Setelah berkas perkara tersebut dipelajari oleh Direktur Penuntutan, kata Prasetyo, lalu dibuatkan surat dakwaan untuk kepentingan penuntutan di pengadilan, sampai berkas perkara tersebut siap dilimpahkan ke persidangan.

“Setelah dipelajari oleh Direktur Penuntutan, kemudian dibuatkan surat dakwaan untuk penuntutan di persidangan, dalam proses persidangan di pengadilan,” ujarnya.

Karen, kata Prasetyo, sudah sejak September lalu ditahan oleh penyidik Kejaksaan Agung di Rutan Pondok Bambu, Jakarta Timur, dan dilakukan perpanjangan penahan, guna kepentingan penyidikan.

Sebelumnya, kasus ini bermula saat Kejaksaan Agung menerima hasil audit investigatif Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menilai adanya kerugian negara hingga Rp568 miliar, akibat investasi Pertamina di Blok BMG. Lewat akuisisi itu, semula Pertamina berharap memperoleh jatah sedikitnya 800 barel minyak per hari.

Tapi ternyata, produksi rata-rata BMG sepanjang April 2009 hingga Agustus 2010, hanya 2.517 barel minyak per hari, jauh dari target 8.000 barel per hari. Sehingga, Pertamina yang memiliki 10 persen hak partisipasi di Blok BMG hanya memperoleh 250 barel per hari.

Saat Kejaksaan Agung terus menelusuri aliran dana di balik akuisisi PT Pertamina (Persero) di blok minyak dan gas Basker Manta Gummy (BMG) Australia pada 2009, sejauh ini telah menetapkan empat mantan petinggi Pertamina termasuk direktur utama saat itu, Karen Agustiawan, sebagai tersangka.

Lihat juga...