Besengek Tempe Petai Pedas, Kuliner Tradisional Penggugah Selera

227

LAMPUNG – Tempe, merupakan bahan makanan tradisional berbahan kedelai yang difermentasikan. Bahan makanan tersebut, kerap diolah menjadi lauk atau sayur, atau menu kuliner olahan lain. Tempe, juga kerap dibiarkan membusuk, untuk diolah menjadi menu sambal. Salah satu olahan tempe yang kerap dibuat warga di Lampung Selatan adalah besengek.

Suyatinah, salah satu warga Penengahan, Lampung Selatan menyebut, resep mengolah besengek tempe diperoleh ketika masih tinggal di Yogyakarta. Besengek tempe, biasa dibuat dari tempe yang dibuat dengan bungkus daun. Tempe yang dibeli, umumnya bisa bertahan selama dua hari, agar tetap dalam kondisi normal. Tempe berbungkus daun pisang, daun jati atau daun waru, disebut Suyatinah memiliki rasa khas, dibanding yang dibuat dengan dibungkus plastik.

Besengek tempe menjadi menu variasi mengolah tempe. “Besengek tempe, hanya merupakan salah satu varian cara pengolahan tempe, sebagai bagian warisan kuliner leluhur, agar rasa yang diciptakan lebih menggugah selera, dipadukan dengan bahan alami dari kebun,” terang Suyatinah saat ditemui Cendana News, Sabtu. (8/12/2018).

Suyatinah, mengombinasikan besengek tempe menjadi besengek tempe petai pedas. Nama tersebut didapatkan karena olahan yang dibuat, didominasi dengan cabai rawit utuh, disertai daun singkong. Petai ditambahkan, karena sepanjang November hingga Desember, di wilayah Lampung tengah panen raya petai. Petai menjadi salah satu campuran olahan besengek tempe yang dianggap dapat menggugah selera makan.

Bahan Bahan pembuatan besengek tempe dari tempe bungkus daun pisang,petai serta sejumlah bumbupembuatan besengek tempe dari tempe bungkus daun pisang,petai serta sejumlah bumbu – Foto Henk Widi

Proses pembuatan besengek tempe pedas cukup sederhana. Bahan utama tempe bungkus daun, di dukung bahan lain seperti cabai merah, bawang merah, garam, bawang putih. Bumbu lain untuk menambah rasa adalah, ketumbar, kemiri, daun salam, lengkuas, garam serta penyedap rasa. Bahan pendukung lain berupa daun singkong dan petai yang masih muda serta santan kelapa.

Semua bumbu yang disiapkan dihaluskan. Kelapa yang sudah diparut diambil santannya, sebagai penambah rasa gurih pada masakan. “Semua bumbu dihaluskan terlebih dahulu, ditumis pada wajan hingga matang, selanjutnya diberi air dan daun singkong bisa dimasukkan hingga layu,” beber Suyatinah.

Setelah daun singkong mulai layu, tahap terakhir memasukkan tempe, irisan petai, cabai rawit utuh, serta santan. Proses pemberian santan, ditunggu hingga meresap ke dalam tempe, sehingga semua bumbu tercampur sempurna.

Setelah semua bahan matang besengek tempe petai pedas siap disajikan. Rasa pedas pada besengek tempe, selain berasal dari cabai yang dihaluskan, juga berasal dari cabai utuh yang dicampurkan pada daun singkong. Sensasi menikmati besengek tempe petai pedas, diakui Gunawan, salah satu anak dari Suyatinah, terasa saat mengunyah. Saat menyendok daun singkong, Dia kerap menelan cabai utuh, yang menimbulkan sensasi pedas di lidah.

Sebagai penawar rasa pedas, adalah keberadaan tempe gurih bercampur santan. Sajian besengek tempe kerap dilengkapi dengan sambal tempe busuk yang tidak kalah nikmat. Sambal menjadi salah satu varian pengolahan tempe, yang masih menjadi menu tradisional favorit bagi keluarga di Lamsel.

Baca Juga
Lihat juga...