Besengek Tempe Petai Pedas, Kuliner Tradisional Penggugah Selera

LAMPUNG – Tempe, merupakan bahan makanan tradisional berbahan kedelai yang difermentasikan. Bahan makanan tersebut, kerap diolah menjadi lauk atau sayur, atau menu kuliner olahan lain. Tempe, juga kerap dibiarkan membusuk, untuk diolah menjadi menu sambal. Salah satu olahan tempe yang kerap dibuat warga di Lampung Selatan adalah besengek.

Suyatinah, salah satu warga Penengahan, Lampung Selatan menyebut, resep mengolah besengek tempe diperoleh ketika masih tinggal di Yogyakarta. Besengek tempe, biasa dibuat dari tempe yang dibuat dengan bungkus daun. Tempe yang dibeli, umumnya bisa bertahan selama dua hari, agar tetap dalam kondisi normal. Tempe berbungkus daun pisang, daun jati atau daun waru, disebut Suyatinah memiliki rasa khas, dibanding yang dibuat dengan dibungkus plastik.

Besengek tempe menjadi menu variasi mengolah tempe. “Besengek tempe, hanya merupakan salah satu varian cara pengolahan tempe, sebagai bagian warisan kuliner leluhur, agar rasa yang diciptakan lebih menggugah selera, dipadukan dengan bahan alami dari kebun,” terang Suyatinah saat ditemui Cendana News, Sabtu. (8/12/2018).

Suyatinah, mengombinasikan besengek tempe menjadi besengek tempe petai pedas. Nama tersebut didapatkan karena olahan yang dibuat, didominasi dengan cabai rawit utuh, disertai daun singkong. Petai ditambahkan, karena sepanjang November hingga Desember, di wilayah Lampung tengah panen raya petai. Petai menjadi salah satu campuran olahan besengek tempe yang dianggap dapat menggugah selera makan.

Bahan Bahan pembuatan besengek tempe dari tempe bungkus daun pisang,petai serta sejumlah bumbupembuatan besengek tempe dari tempe bungkus daun pisang,petai serta sejumlah bumbu – Foto Henk Widi
Lihat juga...