BI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah di Jember

228
BI, ilustrasi -Dok: CDN

JEMBER – Bank Indonesia Jember mendorong pertumbuhan ekonomi syariah melalui kegiatan Road to “Indonesia Sharia Economic Festival” (ISEF) 2018, yang digelar di lantai dasar Lippo Plaza Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu (2/12).

“Dalam rangkaian kegiatan ISEF 2018 di Surabaya, BI Jember melibatkan perbankan syariah, pelaku usaha, akademisi, dan praktisi untuk mengadakan kegiatan Road to ISEF 2018 di Jember,” kata Kepala Perwakilan BI Jember, Hestu Wibowo di Jember, Minggu (2/12/2018).

Untuk mendukung visi Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi dan keuangan syariah dunia, lanjut dia, Bank Indonesia akan menyelenggarakan ISEF ke-5 dengan tema “Strengthening National Economic Growth: The Creation of Halal Value Chain and Innovative Vehicles” yang digelar di Surabaya pada 11-15 Desember 2018.

“Kegiatan Road to ISEF di Jember bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha, akan potensi ekspor berbasis industri halal, dan pemahaman masyarakat secara luas akan ekonomi syariah,” tuturnya.

Ia menjelaskan, secara nasional ekonomi dan keuangan syariah berkembang cukup baik, yang telah terlepas dari fenomena five percent trap dan sampai dengan pertengahan 2018, market share ekonomi dan keuangan syariah mampu menembus porsi 8,47 persen terhadap ekonomi dan keuangan secara keseluruhan.

“Di wilayah se-eks Karesidenan Besuki dan Lumajang atau wilayah kerja BI Jember, tercatat kondisi ekonomi dan keuangan syariah cukup baik, ditandai dengan pertumbuhan yang positif, meskipun aset perbankan syariah di Jember sebesar 4,23 persen dan masih kecil dibandingkan aset perbankan konvensional,” katanya.

Menurut dia, berbagai upaya dilakukan oleh Bank Indonesia untuk meningkatkan pengembangan ekonomi dan perbankan syariah, termasuk memberikan sosialisasi kepada pondok pesantren, namun pertumbuhan perbankan syariah di masing-masing daerah tidak sama.

“Memang ada yang pertumbuhan perbankan syariahnya cepat, namun ada yang lambat. Jember sebenarnya memiliki potensi yang tinggi dalam pengembangan ekonomi syariah, karena masyarakatnya yang religius,” ujarnya.

Hestu berharap, kegiatan ISEF 2018 di Jember dapat memberikan pemahaman kepada masyarakat, terkait perbankan syariah dan pengembangan ekonomi syariah, yang bisa menjadi alternatif pilihan masyarakat karena mayoritas warga di Jember beragama Islam.

Sementara, Bupati Jember, Faida, mengapresiasi kegiatan ISEF yang digelar BI Jember, sehingga masyarakat mendapatkan edukasi dan sosialisasi terkait ekonomi syariah, karena di Jember sudah ada perbankan syariah dan BPR syariah.

“Saya berharap, perbankan syariah di Jember lebih banyak lagi seiring dengan kota Jember yang religius dan banyak pesantrennya,” tuturnya.

Faida juga optimis, pertumbuhan perbankan syariah di Jember akan meningkat, setelah dilakukan sosialisasi yang masif terkait dengan perbankan dan ekonomi syariah di wilayah setempat.

Dalam kegiatan Road to “Indonesia Sharia Economic Festival” di Jember tersebut, juga digelar pameran perbankan syariah dan UMKM, kemudian talkshow, hiburan dan bedah buku yang bertema ekonomi syariah. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...