BI Tegal Pastikan Uang yang Beredar Cukup

Uang rupiah - Foto: Istimewa/Dok Kemenkeu

TEGAL – Bank Indonesia (BI), selaku otoritas sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah memastikan, uang yang beredar di masyarakat dalam hal ini di wilayah eks-Keresidenan Pekalongan, dalam jumlah yang cukup dan layak edar.

Kepala Perwakilan Wilayah BI Tegal, Joni Marsius, mengatakan, sejak 2016 BI telah meningkatkan uang layak edar bagi masyarakat di wilayah tersebut. Hal itu dilakukan melalui kebijakan clean money policy. “BI siap melakukan layanan penukaran uang di kantor, layanan mobil kas keliling, dan layanan perbankan. Layanan penukaran uang rusak atau lusuh,” ungkapnya, Rabu (19/12/2018).

Menurut Dia, BI berkomitmen menyediakan uang layak edar bagi masyarakat. Mereka yang membutuhkan, bisa menukarkan uang yang sudah rusak atau lusuh pada hari kerja Senin hingga Kamis. Adapun hingga November 2018, BI Tegal telah mengedarkan uang sebanyak Rp10,915 triliun. Jumlahnya meningkat 22 persen dibanding tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp8,930 triliun.

“Adapun uang rusak, lusuh, uang yang telah ditarik dari peredaran, sebagai Uang Tidak Layak Edar (UTLE), dan telah dimusnahkan sebesar Rp2,381 triliun. Penurunan tersebut dampak kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga dan meningkatkan kualitas uang layak edar di masyarakat, melalui kebijakan clean money policy,” katanya.

Untuk pencegahan tindak kejahatan pemalsuan uang rupiah, BI secara serius meningkatkan intensitas sosialisasi pada masyarakat, mulai usia anak-anak, kalangan pelajar, mahasiswa, dan aparat kepolisian. Selain itu, BI Tegal juga melakukan sosialisasi melalui media radio, televisi, bioskop, dan surat kabar.

“Selama 2018, telah mengklarifikasi uang yang diragukan keasliannya oleh masyarakat maupun perbankan sebanyak 4.072 lembar. Jumlanya turun sembilan persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 4.457 lembar,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...