BI Terapkan 4K Cegah Inflasi Jelang Nataru

139
BI, ilustrasi -Dok: CDN
MAKASSAR – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Makassar, meminta kepada semua pihak, agar bersama-sama bisa menjaga ketersediaan pangan jelang Natal dan Tahun Baru 2019, agar inflasi bisa tetap terjaga dan terkendali.
“Semua pihak yang tergabung, baik di TPID maupun di Satgas Pangan, kini bekerja ekstra karena ada momen-momen tertentu itu, inflasi bisa meningkat karena instrumennya yang langsung naik drastis,” ujar Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Naisyah Tun Azikin, di Makassar, Rabu (5/12/2018).
Ia mengatakan, satu dari banyak momen, seperti perayaan Natal dan Tahun Baru, biasanya menjadi alasan naiknya inflasi, karena beberapa pangan yang banyak diserbu, atau berkurangnya stok komoditas tertentu di pasaran.
Naisyah mengingatkan kepada semua pemangku kepentingan, agar bisa bersama-sama melakukan pemantauan secara menyeluruh terhadap komponen komoditas yang sering menjadi pemicu inflasi.
“Pemkot Makassar sudah mempunyai beberapa program untuk pengendalian inflasi, dan kita semua berharap itu bisa memberikan sumbangsih pengendalian inflasi,” ucapnya.
Direktur Bank Indonesia (BI) Sulsel, Dwipoetra S Besar, mengatakan, BI secara rutin menggelar pertemuan dengan TPID Makassar untuk pengendalian inflasi.
“Di semua tingkatan mulai dari provinsi maupun kabupaten dan kota, kami di BI rajin berkoordinasi dengan TPID. Rutinnya pertemuan dan koordinasi menjadi bagian program dalam menekan inflasi,” katanya.
Poetra menyatakan, dalam setiap pertemuan, BI bersama TPID menjalankan fungsi 4K, yakni ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan masyarakat, dan komunikasi efektif dengan pemangku kepentingan.
“Konsep dan fungsi 4K selalu kami jalankan secara bersama-sama, dan inilah yang menjadi landasan kami, sehingga inflasi bisa tetap terkendali,” terangnya.
Ia mengungkapkan, pada Desember 2018, BI Sulsel memproyeksi inflasi Sulsel mencapai 0,1 hingga 0,4 persen (mtm) dan 2,5 hingga 4 persen (yoy). (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...