hut

Bintangi Keluarga Cemara, Nirina Zubir Belajar Arti Kekeluargaan

Editor: Mahadeva

Nirina Zubir (Foto Akhmad Sekhu)

JAKARTA – Sebuah film, tak hanya produk tontonan semata. Film, juga bisa menjadi tuntunan. Demikian yang disebut aktris, Nirina Zubir, yang mengaku banyak belajar mengenai arti kekeluargaan, saat membintangi film Keluarga Cemara.

Dalam film yang diangkat dari serial televisi, yang sarat nilai kekeluargaan tersebut, Nirina memerankan sosok Emak. Sosok yang memiliki kehidupan keluarga sederhana dan bersahaja, mendampingi Abah dan kedua anak mereka, Ara dan Euis, yang mulai beranjak remaja. “Membintangi film Keluarga Cemara, saya banyak banget belajar mengenai arti kekeluargaan. Semua bagian di film ini memberikan pelajaran berharga buat saya,” kata Nirina Zubir, Kamis (20/12/2018) .

Perempuan kelahiran Antananarivo, Madagaskar, 12 Maret 1980 itu menuturkan, bersyukur diberi kesempatan membintangi film tersebut. Diharapkan, film tersebut, bisa menjadi tontonan yang menghibur dan menginspirasi banyak keluarga. “Semoga bisa menjadi film menginspirasi untuk membuka awal tahun 2019. Saya bersyukur banget karena berperan dalam karakter yang saya dambakan banget,” tutur putri Zubir Amin, diplomat senior kelahiran Pariaman, Sumatera Barat tersebut.

Saat serial keluarga cemara tayang di televisi nasional, Nirina sedang menimba ilmu di luar negeri. Sehingga Dia tidak pernah nonton serial drama tersebut. Tak ingin terpengaruh oleh sosok Emak yang dulu diperankan oleh Novia Kolopaking, Nirina memilih untuk tidak menonton serial keluarga Cemara. “Saya ingin menginterpretasikan Emak era sekarang. Jadi sangat berpegang pada arahan sutradara saja,” tegas peraih Piala Citra untuk Pemeran Utama Wanita Terbaik di Festival Film Indonesia 2006, berkat akting gemilang dalam film Heart tersebut.

Nirina menyebut, karakter Emak pada film Keluarga Cemara, adalah emak kekinian. Berbeda dengan karakter emak yang diperankan Novia Kolopaking, yang begitu lembut dan sangat keibuan. Namun, bukan berarti emak yang sekarang tak lembut dan tak keibuan. Hanya saja, emak yang sekarang lebih santai dalam bersikap kepada anak.

“Kalau yang dulu, kayak misalnya saat melihat anak jatuh terus bilang, Aduh, nak, kenapa? Nggak apa-apa kan? Ayo, sini coba dilihat, kan gitu. Tapi kalau sekarang sih begini aja, Nah, sakit kan? Sakit? Nggak apa-apa. Belajar gitu,” ungkap Nirina sambil memeragakan karakter Emak.

Untuk mengeksplor perannya sebagai Emak, Nirina melihat kehidupan keluarga teman-temannya, yang telah memiliki anak remaja. “Berdasarkan pengalaman saya dengan anak selama ini, dan saya juga belajar dari kehidupan keluarga teman-teman yang punya anak remaja, mengenai cara mereka berkomunikasi dan berinteraksi,” pungkasnya.

Lihat juga...