BKKBN Layani Masyarakat Sepanjang DAS Teluk Bayur Kalbar

134
Ilustrasi [CDN]

PONTIANAK — Tim Pelayanan Keluarga Berencana BKKBN Kalbar melayani pemasangan alat-alat KB bagi masyarakat yang lokasi pemukimannya di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) di Desa Teluk Bayur, Kabupaten Kubu Raya.

Ketua Tim Pelayanan DAS 2018 BKKBN Kalbar Hadirin di Kubu Raya, Rabu, mengatakan saat ini rombongan mengunjungi Desa Teluk Bayur guna memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan sosialisasi tentang Program KKBPK (Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga) bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang DAS di Kalbar.

“Program KKBPK di antaranya memupuk kesadaran para orang tua dalam menjaga dan merencanakan pembangunan keluarga yang baik ke depannya,” katanya. Ia juga mengingatkan para orang tua selalu mengawasi pergaulan anak-anaknya sehingga tidak sampai terjadi kawin muda, penggunaan narkoba, dan pergaulan bebas.

“Apabila anak-anak kita bisa terhindar dari itu, maka mereka tidak sampai melakukan pergaulan bebas atau seks bebas,” katanya.

Untuk itu, ujarnya, masyarakat agar benar-benar dapat membuat perencanaan yang matang dengan melakukan program-program keluarga kecil bahagia, terencana, dan matang dari usia pernikahan sehingga menciptakan keluarga yang aman, damai, bahagia dan sejahtera, salah satunya dengan menggunakan alat kontrasepsi jangka panjang bagi perempuan dan laki-laki.

Staf Utama Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Perwakilan Kalbar, Kolonel L.M. Siregar mengatakan perlu adanya kesinambungan dan terus menumbuhkembangkan rasa cinta tanah air kepada seluruh masyarakat Indonesia, termasuk masyarakat di Kecamatan Terentang.

“Melalui kegiatan pelayanan KB DAS ini, kami menginginkan agar masyarakat terus memelihara rasa persatuan dan kesatuan dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang memecah belah persatuan NKRI, terutama bagi kalangan kaum muda di Kecamatam Terentang,” ujarnya.

Pelaksana Tugas Camat Terentang Lilik Suharto mengatakan masyarakat Desa Teluk Bayur sudah merasakan manfaat program-program yang luncurkan BKKBN Kalbar, seperti program KB dan program Kampung KB.

“Program Kampung KB dan pengunaan alat aseptor KB haruslah didukung, karena seperti yang sudah dirasakan program-program itu mampu meningkatkan kemajuan daerah kami,” ujarnya.

Pada kesempatan itu pula sebanyak 26 peserta akseptor KB mendapat pelayanan baik pemasangan maupun pencabutan alat KB jangka panjang. Dari 26 peserta, sebanyak 15 orang memasang implan, 14 orang mamasang IUD, dan tujuh orang mencabut implan yang sudah lebih dua tahun dipasang karena ingin punya anak lagi. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...