BKP dan KSKP Bakauheni, Amankan Ribuan Burung Kicau Tanpa Dokumen

Editor: Mahadeva WS

LAMPUNG – Ribuan ekor burung kicau tanpa dokumen, diamankan Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung, Wilayah Kerja Bakauheni dan Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni.

Hamzah, petugas paramedik pelaksana mahir karantina menerangkan, burung kicau tersebut diamankan dari bus penumpang Puspa Jaya bernomor polisi BE 7898 BU. Ribuan burung tersebut, disimpan di dalam bagasi bus, dan sebagian di kolong bus. Burung diamankan, saat bus akan membeli tiket di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni. Pengamanan dilakukan, saat petugas BKP Lampung dan KSKP Bakauheni, menggelar razia rutin, di pintu masuk pelabuhan.

Saat memeriksa bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tersebut, ditemukan 25 keranjang buah dan sebuah kotak kardus, berisi burung kicau berbagai jenis. Berdasarkan pemeriksaan awal, setiap keranjang berisi sekira 50 ekor burung.

Burung cucak ijo, salah satu jenis burung dari puluhan jenis burung yang diamankan oleh petugas karantina – Foto Henk Widi

Sebagian burung diketahui sudah mati saat dalam perjalanan. “Dasar penahanan tentunya sudah jelas, satwa burung tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen, media pembawa tidak dilaporkan kepada petugas karantina pada saat berada di tempat pengeluaran, dalam hal ini di pintu masuk pelabuhan Bakauheni,” terang Hamzah, saat dikonfirmasi Cendana News, Jumat (21/12/2018) petang.

Hamzah menyebut, proses selanjutnya, pihak karantina membuat berita acara penahanan (declaration of detention), bernomor: 2018.1.1103.K83 K 029425. Penahanan dilakukan, berdasarkan ketentuan dalam Undang-undang No.16/1992, tentang Karantina Ikan, Hewan dan Tumbuhan pasal huruf (a). Aturan tersebut menegaskan, pengiriman satwa harus dilaporkan ke petugas karantina. Selain itu, penahanan berdasarkan PP No.82/2000, Tentang Karantina Hewan.

Sesuai aturan, pengamanan satwa tersebut dilakukan karena tidak menggunakan alat angkut semestinya. Penggunaan bus penumpang, tidak direkomendasikan, karena satwa bisa membawa hama penyakit, yang dikhawatirkan bisa mengganggu kesehatan penumpang. Berdasarkan pemeriksaan awal, burung yang diamankankan tersebut diantaranya, Terocok, Cililin, Kaca kaca, Kapasan, Kutilang, Tengkek, Cucak Ijo serta sejumlah burung kicau lain.

Hamzah,petugas paramedik pelaksana mahir BKP Kelas I Bandarlampung Wilker Bakauheni Lampung Selatan – Foto Henk Widi

Kepemilikan satwa tersebut belum jelas, karena berdasarkan keterangan awak bus, ribuan ekor burung tersebut milik seseorang bernama Nur, asal Tanjung Karang. Burung tersebut, akan dikirim ke Bekasi, Jawa Barat. BKP Kelas I Bandarlampung Wilayah Kerja Bakauheni, akan berkoordinasi dengan Seksi Konservasi Wilayah III Lampung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, dalam penanganan perkara tersebut.

Jika terbukti pemilik tidak bisa memperlihatkan dokumen yang seharusnya disertakan, ribuan ekor burung kicau tersebut akan dilepasliarkan. Pelepasliaran di habitat asli dilakukan, untuk menghindari burung tersebut mati, akibat terlalu lama di dalam perjalanan.

Dua pekan ini, BKP Kelas I Bandarlampung mengamankan satwa dalam jumlah banyak. Sebelumnya, Senin (10/12/2018) BKP juga mengamankan 3.175 burung, yang tidak dilengkapi dokumen. Burung diamankan dari minibus bernomor polisi BE 1447 YH dan B 1542 TOR. Ribuan ekor burung tersebut telah dilepasliarakan di Taman Hutan Rakyat Pesawaran.

Lihat juga...