BNI 46 Tak Kesulitan Kandaskan Tim Debutan

Editor: Mahadeva WS

340

YOGYAKARTA – Tim putra Jakarta BNI 46, tidak kesulitan mengandaskan tim debutan Sidoarjo Aneka Gas Industri, pada ajang laga Proliga 2019. Dalam duel yang berlangsung di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Sabtu (8/12/2018), BNI 46 meraih kemenangan 3-0 (25-22, 25-17, 25-15).

Di laga tersebut, BNI 46 masih terlalu tangguh bagi Aneka Gas Industri, yang pemainnya rata-rata masih berusia muda. Mereka hanya mampu memberi perlawanan di set pertama, yang berjalan ketat. Kedua tim terlibat saling mengejar poin di awal pertandingan. Namun kematangan mental BNI 46 menjadikan mereka bisa unggul 25-22. Memasuki set kedua dan ketiga, BNI 46 yang makin panas sudah tidak bisa dibendung lagi. Apalagi, servis pemain BNI 46 kerap membuahkan poin.

Meski berusaha keras mengimbangi permainan lawan, Aneka Gas Industri akhirnya menyerah 25-17 dan 25-15. “Kami sempat kesulitan di set pertama. Ini hal yang wajar saat menjalani pertandingan pertama. Tak hanya pemain yunior, mereka yang senior pun sedikit nervous. “Saya meminta mereka untuk bermain lebih sabar dan tenang. Ibaratnya seperti mobil, kami masuk gigi satu dulu, dan kemudian masuk ke gigi dua dan tiga. Yang jelas tim bisa menjalankan instruksi dan taktik dengan baik,” ujar Samsul Jais, pelatih BNI 46.

Menurutnya, kemenangan atas lawan, memang tidak mengejutkan. Pasalnya di atas kertas, BNI sangat berpeluang mengungguli Aneka Gas Industri. “Secara kualitas di atas mereka. Jadi, saya yakin bakal menang. Persoalannya, kami harus bisa membuktikan kalau lebih baik dari lawan. Jadi poin yang diraih berasal dari serangan kami dan bukan karena lawan mati sendiri,” tambahnya.

Terpisah, pelatih Aneka Gas Industri, Joni Sugiyanto, mengakui bila pemainnya masih demam panggung. Ini tidak terlepas dari usia pemain yang masih muda, dan rata-rata baru pertama kali mengikuti Proliga. “Hampir 60 persen pemain kami baru pertama kali tampil di Proliga. Dan di pertandingan pertama, kami langsung berhadapan dengan lawan tangguh. Faktor mental memang sangat berpengaruh dan mereka masih demam panggung,” kata Joni.

Bahkan dalam satu kejadian, pemainnya sudah berselebrasi karena mereka merasa smes yang dilakukan tak bisa dikembalikan lawan. Ternyata pemain BNI 46 masih bisa mengembalikannya. Akibatnya Joni mengingatkan pemain untuk memperhatikan apakah wasit membunyikan peluit atau tidak. “Ini biasa terjadi pada pemain yang belum berpengalaman dan masih labil. Mereka tidak fokus pada wasit apakah membunyikan peluit atau tidak. Saat melakukan smes, mereka sudah mengira lawan tidak bisa mengembalikannya. Ternyata lawan bisa melakukannya,” kata Joni.

Di pertandingan berikutnya, Minggu (9/12/2018), Aneka Gas Industri, akan bertemu lawan tangguh Jakarta Pertamina Energi. “Ini menjadi bahan evaluasi dan saya berharap kami bermain lebih baik di laga berikutnya,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...