BNN Nunukan: Masyarakat Kebanyakan Jadi Korban Salah Paham

Ilustrasi - Stop Narkoba - Dok. CDN

NUNUKAN — Badan Narkotika Nasional (BNN) Nunukan, Kalimantan Utara menyebutkan bahwa masih ada kesalahpahaman persepsi soal efek penyalahgunaan narkotika bagi warga perbatasan.

Kepala BNN Nunukan Kompol La Muati menyatakan, maraknya penyalahgunaan narkotika di wilayah kerjanya karena salah persepsi soal efek yang ditimbulkan karena dianggap bisa menambah stamina.

Pada umumnya pengguna narkoba di daerah dari kalangan pekerja berat seperti pembudidaya rumput laut, jelasnya, Rabu (19/12/2018).

Panel masyarakat setempat, kata La Muati, memahaminya bahwa narkoba dapat menambah stamina dan ketahanan tubuh saat bekerja.

Faktor pemahaman seperti inilah sehingga penyalahgunaan narkoba terkesan dianggap positif oleh oknum masyarakat.

Pihaknya mengamati bahwa pekerja berat lebih banyak mengonsumsi narkoba dengan alasan klasik yakni menjaga stamina saat bekerja.

Pemahaman inilah, beber La Muati, menjadi perhatiannya untuk memberikan pemahaman dan dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba di Kabupaten tersebut.

“Masyarakat Nunukan ini kebanyakan jadi korban saja karena pemahamannya salah soal efek yang ditimbulkan oleh narkoba,” ujar dia

Untuk meminimalisir penyalahgunaan narkoba tersebut dengan mensosialisasikan dampak dan kerugian yang dialami apabila mengonsumsi narkoba, kata La Muati. Padahal efek narkoba justru merusak kesehatan karena bisa merusak organ dakam tubuh. [Ant]

Lihat juga...