BNPB Koreksi Jumlah Korban Tsunami

Editor: Koko Triarko

173
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho,-Foto: M Hajoran

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengoreksi jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tsunami Selat Sunda yang terjadi pada Sabtu (22/12/2018) malam. Sebelumnya, Rabu (26/12/2018), BNPB menyebutkan jumlah korban meninggal dunia 430 orang, dan hari ini jumlah korban meninggal dunia menjadi 426 orang.

“Setelah dikoreksi berdasarkan data yang diperoleh pada hari ini, Jumat (28/12), korban meninggal dunia berjumlah 426 orang, yang sebelumnya 430, dikarenakan adanya korban yang dobel,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, di Gedung BNPB, Jakarta, Jumat (28/12/2018).

Menurut Sutopo, setelah pihaknya melakukan kroscek berdasarkan identitas, ternyata ada korban yang didata dobel atau dua kali. Contohnya, di perbatasan Serang dan Pandeglang, banyak wisatawan saat ditemukan di Pandeglang lalu kemudian didata di Serang.

“Hal yang sama juga terjadi sebaliknya, korban yang sudah didata di Serang dicatat di Pandeglang. Hal ini yang menyebabkan adanya penurunan jumlah korban meninggal dunia, karena dua kali didata,” ungkapnya.

Untuk daerah yang jumlah korban meninggal dunia paling banyak, kata Sutopo, masih terdapat di Kabupaten Pandeglang, dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 288 orang. Kemudian, Kabupaten Lampung Selatan dengan jumlah korban meninggal dunia sebanyak 116 orang.

“Sementara di Kabupaten Serang, korban meninggal dunia berjumlah 20 orang, di Kabupaten Pesawaran dan Tanggamus jumlah korban meninggal dunia masing-masing 1 orang,” jelasnya.

Untuk jumlah korban luka-luka, sebut Sutopo, mengalami kenaikan dari 1.495 orang menjadi 7.202 orang. Sedangkan untuk orang hilang berkurang menjadi 23 orang dari sebelumnya 159 orang.

“Jumlah pengungsi hingga saat ini bertambah, dari sebelumnya 21.991 orang menjadi 40.386 orang. Serangkaian yang rusak akibat tsunami tercatat 1.296,” ujarnya.

Lebih jauh, Sutopo mengatakan, untuk penginapan sendiri ada 78 penginapan, 434 perahu, 69 kendaraan roda empat, 38 kendaraan roda dua, dan 1 dermaga turut rusak akibat terjangan tsunami.

“Data ini sementara kemungkinan masih bertambah. Korban ada yang belum ditemukan, karena banyak material dan puing yang dihanyutkan tsunami dan belum semua daerah dilakukan pencarian oleh Tim SAR,” paparnya.

Baca Juga
Lihat juga...