Bogor Capai UHC JKN-KIS

Ilustrasi - BPJS Kesehatan - Dok CDN

BOGOR – Pemerintah Kota Bogor berhasil mencapai cakupan semesta, program Jaminan Kesehatan Nasional- Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) atau Universal Health Coverage (UHC) 2018. Bogor menjadi kota atau kabupaten pencapai UHC ke-156 di Indonesia.

“Semoga pencapaian UHC ini diiringi dengan peningkatan layanan kesehatan lebih berkualitas, berkeadilan dan berkesinambungan,” kata Direktur Kepatuhan Hukum Antar Lembaga, BPJS Kesehatan, Bayu Wahyudi, dalam peluncuran UHC Kota Bogor, Sabtu (15/12/2018).

Kota Bogor berhasil mencapai cakupan semesta JKN-KIS atau UHC dengan jumlah kepesertaan 95,85 persen. Angka tersebut menjadi syarat minimal kepersyaratan UHC. Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan setempat, per 2 November 2018, jumlah masyarakat yang terdaftar sebagai peserta JKN-KIS mencapai 847.972 jiwa.

Penduduk Kota Bogor saat ini ada 1.021.337 jiwa. Masih tersisa sekira 173.365 jiwa, atau 16,98 persen penduduk yang perlu diberi jaminan kesehatan. Hingga 1 Desember 2018, ada penambahan sebanyak 130.956 jiwa artinya sudah 95,85 persen atau 987.925 jiwa penduduk Kota Bogor, yang telah terlindungi jaminan kesehatan.

Bayu mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Bogor, yang mengutamakan preventif dan preemtif, dalam menjaga kesehatan masyarakatnya. Hal itu membuat daerah tersebut bisa meraih UHC di akhir 2018. Secara nasional, dari 264 juta jiwa penduduk Indonesia, 207 juta jiwa sudah menjadi anggota JKN-KIS. Total baru ada 156 kota dan kabupaten yang sudah mencapai UHC. “Dari 504 kabupaten kota di Indonesia, Kota Bogor menjadi kota kabupaten ke 156 yang sudah UHC,” tandas Bayu.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, menyebut, capaian Kota Bogor, hasil kerja sama semua pihak. Terutama dalam hal ini Dinas Kesehatan, BPJS Kesehatan dan Kader PKK, yang menjadi penggerak di lapangan. Mereka yang mengajak masyarakat sadar akan kesehatan. “Cita-cita Kota Bogor bukan membangun rumah sakit yang bagus, tapi sarana olahraga, taman yang mendorong masyarakat bergerak berolahraga, warga tidak perlu ke rumah sakit kalau sehat,” tandasnya.

Bima menyebut, untuk persoalan kesehatan, Pemerintah Kota Bogor memilih melakukan total football, dengan melakukan upaya dari hulu sampai hilir. Capaian UHC, merupakan mandatori yang diamanatkan oleh pemerintah pusat, yang harus dijalankan oleh pemerintah daerah.

Capaian UHC Kota Bogor, ditandai dengan peluncuran programnya bersamaan dengan kegiatan Hari Kesetanan Nasional (HKN) ke-54 tingkat Kota Bogor. Berbagai kegiatan digelar, dengan deklarasi UHC, senam bersama, dan pelepasan balon bersama pelajar se-Kota Bogor. (Ant)

Lihat juga...