Botok Teri Warteg Bu Nur Selalu Dicari

Editor: Koko Triarko

225
JAKARTA – Botok atau ada yang menyebutnya dengan nama pelas, menjadi salah satu lauk favorit di Warteg Bu Nur. Meski warteg di Jakarta begitu banyak bertebaran, tapi tak banyak warteg yang menyediakannya.
“Banyak orang yang makan di sini, begitu datang selalu menanyakan lebih dulu, ‘botoknya, ada?’ Karena botok memang menjadi salah satu lauk favorit di sini,“ kata Nurulyati, pemilik Warteg Bu Nur, di Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu (1/12/2018).
Bu Nur, sapaan akrabnya, mengaku selalu membuat Botok, khususnya Botok Teri.
“Dulu kalau di kampung, saya lebih suka membuat botok udang jinggan, karena dulu suami saya suka mencari udang jinggan di sungai, rasanya nikmat sekali, tapi di sini botok udang jarang yang suka, jadi saya membuatnya botok teri yang memang lebih banyak digemari,“ bebernya.
Bu Nur memaparkan, bumbu-bumbu Botok Teri, terdiri dari bawang merah sekitar 10 siung, bawang putih juga sama sekitar 10 siung, lima lembar daun jeruk, dua batang daun bawang, tujuh biji cabe merah, kencur, laos, serta ketumbar satu sedok teh. Bagi yang suka pedas, tinggal ditambahkan cabai rawit.
Nurulyati, pemilik Warteg Bu Nur, yang membuat Botok Teri -Foto: Akhmad Sekhu
“Bumbu-bumbu itu, kecuali daun bawang, diaduk menjadi satu sampai halus,“ terangnya.
Kemudian, lanjut Bu Nur, bahan utama Botok Teri, yakni ikan teri yang kepala dan isi dalam perutnya sudah dibuang dan sudah dicuci bersih, petai Cina, yakni petai kecil-kecil yang dalam bahasa Jawa disebut selong, dan kelapa muda yang sudah diparut.
“Jangan kelapa tua, tapi kelapa yang muda, kalau kelapa tua botoknya megar, tapi kelapa muda terasa manis,“ ucap Bu Nur, mengingatkan.
Untuk daun bawang yang tidak diaduk dengan bumbu, tapi daun bawang diiris tipis-tipis. “Ditambahkan dengan tomat yang dipotong kecil-kecil juga,“ imbuhnya.
Bahan-bahan yang terdiri dari teri, petai Cina, daun bawang dan tomat itu disatukan dan diaduk-aduk hingga rata. “Tambahkan garam secukupnya, kira-kira satu sendok makan, kemudian kaldu bumbu instan sekitar satu sendok makan, aduk hingga rata. Setelah itu, masukan bumbu yang sudah halus, diaduk hingga rata, lalu tambahkan gula pasir kira-kira satu setengah sendok makan, aduk lagi hingga rata,“ jelasnya.
Bu Nur menyampaikan, membuat Botok Teri itu gampang-gampang susah. “Jangan ragu untuk mencicipi sampai rasanya pas sebelum nanti dibungkus daun pisang,“ imbau Bu Nur.
Setelah itu, lanjut Bu Nur, Botok Teri dibungkus dengan daun pisang dan kemudian dikukus 15 menit atau sampai matang.
“Ciri-ciri botok teri sudah matang, daun pisangnya sudah berubah agak kecoklat-coklatan, barulah diangkat dan kemudan siap disajikan,“ ujarnya.
Menurut Bu Nur, Botok Teri nikmat disantap sewaktu masih hangat. “Apalagi musim hujan begini, dapat menghangatkan badan, makan dengan sayur asem dan  lauk botok teri yang masih hangat, sedap dan gurih sekali,“ tandasnya.
Baca Juga
Lihat juga...