Bus Pariwisata di Baturraden-Banyumas Dicek Kemenhub

168
Bus - Foto: Dok CDN

BANYUMAS – Kementerian Perhubungan (Kemenhub), melalui Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah X Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, menginspeksi keselamatan, terhadap bus pariwisata di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jateng, Sabtu (8/12/2018).

Dalam pengecekan yang dilakukan di area parkir Lokawisata Baturraden, Banyumas, petugas BPTD Wilayah X yang didampingi petugas Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Banyumas, memeriksa surat-surat maupun kelengkapan teknis kendaraan. Tercatat ada 17 bus pariwisata sedang berada di tempat itu diperiksa. Kelengkapan yang dicek oleh petugas di antaranya sabuk pengaman, khususnya di bangku pengemudi atau sopir, lampu penunjuk arah, lampu rem, lampu mundur, pintu darurat, dan sejumlah fasilitas lainnya.

Saat ditemui di sela pemeriksaan, Kepala Seksi Lalu Lintas dan Angkutan Jalan BPTD Wilayah X, Dhoni Sutrisno, mengatakan, pihaknya melaksanakan inspeksi keselamatan secara ram check, khusus untuk angkutan pariwisata. “Ini dilakukan menjelang masa angkutan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019. Jadi, ini akan kita laksanakan terus, sudah dari minggu kemarin kami laksanakan, di beberapa titik pariwisata di Jawa Tengah maupun Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkapnya.

Pengecekan sudah dilaksanakan di Kawasan Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Kawasan Wisata Dataran Tinggi Dieng. Ke depan, pengecekan terhadap bus pariwisata juga akan dilaksanakan di Bandungan, Tawangmangu, dan daerah-daerah wisata lainnya. “Tujuannya adalah melakukan inspeksi keselamatan secara administrasi atau kelengkapan surat-surat angkutan pariwisata, juga dari sisi teknisnya. Dari sistem pengereman, lampu, kita cek, dan nanti apabila ada kekurangan untuk administrasi, kita akan lakukan penindakan,” tuturnya.

Terkait dengan temuan kekurangan dari sisi teknis, pihaknya akan merekomendasikan untuk segera dilakukan perbaikan. Temuan paling banyak dari pemeriksaan adalah, pelanggaran di bidang admininistrasi seperti kelengkapan surat, masa berlaku kartu pengawasan sudah habis, dan surat izin mengemudi.

“Pada intinya kebanyakan (pelanggaran dari) sisi administrasi. Kemudian dari teknis, sebagian besar sudah sesuai tapi ada juga beberapa yang kurang seperti sistem pengeremannya kurang angin, bannya ada yang menggunakan vulkanisasi,” tandasnya.

Pada pemeriksaan di area parkir Lokawisata Baturraden, ditemukan bus pariwisata yang sedikit mengalami kebocoran pada sistem pengereman. Oleh karena itu, awak bus pariwisata diminta segera memperbaiki, guna mengurangi risiko kecelakaan, karena Lokawisata Baturraden merupakan daerah dataran tinggi.

Salah seorang sopir bus PO BS Guvilli, Jajang, menyambut baik kegiatan pemeriksaan armada bus pariwisata, yang dilakukan petugas BPTD Wilayah X Jateng-DIY. Kegiatan tersebut, dilakukan di area parkir objek wisata saat seluruh penumpang telah turun dari bus, sehingga penumpang tidak terganggu.

Dengan demikian, pemeriksaan tidak mengganggu perjalanan wisatawan, dan tidak menimbulkan kemacetan di jalan. “Ini sangat baik buat kita, buat PO, supaya hal-hal yang kurang dapat segera diperbaiki,” kata sopir yang sedang membawa rombongan wisatawan dari Majalengka, Jawa Barat.

Teguran dari petugas BPTD Wilayah X, karena adanya retakan pada kaca bagian belakang, serta pintu darurat yang terhalang oleh bangku penumpang, diterima dan akan segera dikomunikasikan dengan perusahaan. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...