Capaian Imunisasi MR di Pontianak Masih Jauh dari Target

Imunisasi, ilustrasi -Dok: CDN

PONTIANAK — Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, Sidiq Handanu mengatakan hingga pertengahan Desember 2018, capaian imunisasi MR (Measles Rubella) di Kota Pontianak baru sekitar 34,7 persen.

“Capaian sebesar 34,7 persen atau baru sebanyak 150 ribuan anak yang diberikan imuniasi MR masih jauh di bawah target yakni 95 persen,” kata Sidiq Handanu di Pontianak, Kamis (13/12/2018).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah berupaya keras dalam mencapai target imunisasi MR tersebut, setelah mengalami dua kali perpanjangan kampanye imunisasi MR itu.

“Awalnya sesuai jadwalnya pelaksanaan imunisasi MR itu berjalan dua bulan dari Agustus hingga September, kemudian perpanjangan pertama dilakukan hingga akhirnya Oktober, karena capaiannya di sejumlah daerah masih rendah, perpanjangan waktu pelaksanaan imunisasi dilakukan hingga akhir Desember 2018,” ujarnya.

Ia menambahkan, sampai sekarang pihaknya masih terus melakukan sosialisasi ke rumah-rumah dalam memberikan pengetahuan pada masyarakat manfaat dari imunisasi MR bagi kesehatan anak-anak.

Memang, menurut dia, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, sebab kembali diserahkan pada para orang tua.

“Alasan sebagian besar masyarakat belum bersedia anak-anaknya diberikan vaksin campak dan MR masih seperti sebelumnya, yakni berkaitan halal dan haramnya vaksin yang digunakan serta kekhawatiran kejadian ikutan pascaimunisasi tersebut,” ujarnya.

Menurut Sidiq dari 100 orang yang ikut sosialisasi imunisasi tersebut sekitar 20 orang tua bersedia mengikuti program imunisasi MR tersebut.

Ia menambahkan pihaknya tetap menunggu evaluasi dari Kementerian Kesehatan jika memang pada akhir Desember nanti pelaksanaan imunisasi MR tidak mencapai target.

Sidiq menambahkan, evaluasi yang dilakukan Kementerian Kesehatan itu bisa saja melakukan evaluasi ulang dan dilakukan kajian spesifik penyebab penolakan dari masyarakat sehingga bisa memberikan solusi untuk mengatasinya.

“Semua Puskesmas terus bergerak hingga akhir Desember nanti. Hanya saja tetap terhambat karena kami sering mendapat protes dari orang tua,” katanya.

Dinas Kesehatan Kota Pontianak, mencatat tahun 2017 dilakukan uji dengan sampel 90 anak, hasilnya 23 anak dinyatakan positif Rubella, dan sebanyak 30 anak positif campak. “Kemudian tahun ini dilakukan pemeriksaan lagi pada 50 anak, hasilnya sekitar 20-30 persen anak tersebut menderita rubella dan 30 persennya campak,” ungkapnya.

Menurut Sidiq, uji sampel itu membuktikan kedua penyakit itu masih menjadi ancaman bagi kesehatan, sehingga ia menyayangkan kesempatan mengeliminasi dalam kampanye MR capaian imunisasinya di Pontianak masih di bawah target. [Ant]

Lihat juga...