Cara Kembangbiakkan Lele Warga Pedalaman, Membuahkan Hasil

134

MAHAKAM ULU — Warga pedalaman di Kabupaten Mahakam Ulu, Provinsi Kalimantan Timur, salah satu kawasan perbatasan dengan Malaysia, berhasil mengembangbiakkan ikan lele mulai dari bibit, indukan, hingga membibitkan lagi.

“Dari dulu saya memang ingin punya keahlian beternak lele sekaligus membibitkan. Saya bersyukur karena kemudian diajak mengikuti pelatihan plus mendalami teknik pembibitannya,” ujar salah seorang warga Kampung Long Penaneh I, Daniel Jivan di kampungnya, Rabu (5/12/2018).

Sepulang dari pelatihan di Jawa Barat, baru-baru ini, ia langsung mempraktikkan ilmunya. Kebetulan sebelumnya ia sudah memelihara lele sangkuriang dewasa, sehingga lele indukan tersebut langsung dikawinkan dan sekarang telah menghasilkan ribuan bibit.

“Seminggu setelah pulang pelatihan di akhir Oktober 2018, saya kuras bak kolam lele untuk mengambil indukan jantan dan betina yang siap kawin. Setelah indukan jantan dan betina saya letakkan di kolam khusus sehari semalam, kemudian mereka kawin secaraa alami,” tutur Jivan.

Beberapa hal yang membuat ia makin bersemangat membibitkan antara lain, meski baru beberapa hari berhasil menetaskan sekitar 10 ribu telur lele yang sebelumnya dikawinkan, namun sudah ada sejumlah warga yang ingin membelinya.

“Sekarang umurnya baru 10 hari, jadi saya belum berani melepas meski sudah ada yang mau beli. Nanti kalau umurnya sudah sekitar sebulan, atau ukuran anak lele sudah sebesar jari kelingking orang dewasa, baru berani saya jual untuk bibit supaya peluang hidupnya lebih tinggi,” jelasanya.

Harga bibit lele ia jual Rp2.000 per ekor. Harga ini dinilai murah untuk ukuran kawasan pedalaman dan perbatasan yang daerahnya susah diakses. Apalagi di desa terdekatnya juga ada pedagang bibit lele yang menyuplai dari daerah lain dengan harga Rp3 .000 per ekor.

Sementara Izhar Arifin, Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Kampung Long Penaneh I, mengatakan, budidaya lele, pelatihan sekaligus pembibitan lele sangkuriang ini biayanya gabungan dari dua mata anggaran, yakni Alokasi Dana Kampung (ADK) dari APBD Mahakam Ulu dan Dana Desa (DD) dari APBN.

Untuk biaya pelathan enam peserta ke Tunas Mina Lestari, Bandung, pada 26-31 Oktober 2018, katanya, biayanya diambilkan dari ADK senilai Rp24 juta. Sementara materi yang diikuti antara lain teknik budidaya lele secara alami, semi alami, buatan, dan pemijahan.

“Sedangkan untuk pengadaan bibit 10 ribu ekor lele, pembelian terpal 80 lembar untuk 80 kolam, ditambah pipa saluran pembuangan, plus pembelian pakan per kolam, anggarannya diambilkan dari Dana Desa senilai Rp20 juta,” ujar Izhar. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...