CIPS Harapkan Capres Sediakan Skema Permodalan Ramah UMKM

128
Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden Pilpres 2019. Foto: Sri Sugiarti

JAKARTA — Kedua calon presiden yang akan mengikuti Pemilu Presiden tahun 2019 diharapkan dapat menyediakan Skema permodalan yang ramah terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

“Presiden dan Wakil Presiden terpilih kelak harus menyediakan skema permodalan yang ramah terhadap UMKM,” kata Peneliti CIPS Assyifa Szami Ilman di Jakarta, Selasa (4/12/2018).

Menurut Ilman, selama ini UMKM seringkali sulit mendapatkan modal dari bank karena sulitnya UMKM dalam memenuhi syarat “creditworthiness” yang menjadi standar bank dalam memberikan pinjaman. “Creditworthiness” diartikan sebagai syarat-syarat kelayakan untuk mendapatkan kredit dari bank.

Hal ini dikarenakan aset yang dimiliki UMKM, umumnya, tidak cukup memadai untuk dijadikan jaminan kepada pihak bank, karena tidak cukup memadainya aset membuat UMKM terkena bunga yang tinggi.

Sementara itu, ujar dia, untuk mereka juga dinilai masih relatif sulit untuk mendapatkan akses ke KUR, usaha skala kecil dan mikro. Usaha skala menengah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mendapatkan KUR.

“Penguatan peran ‘peer to peer lenders’ harus dilakukan untuk memberikan UMKM akses ke permodalan dengan skema pembayaran yang ramah UMKM. Peran mereka sebagai perantara bisa turut memberikan manfaat untuk bank melalui produk-produk keuangan yang mereka beli sekaligus bisa memberikan UMKM akses ke permodalan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Perusahaan teknologi finansial PT Mitrausaha Indonesia Grup (Modalku) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) sepakat bersinergi mendukung UMKM mendapatkan pola pembiayaan dari industri tersebut sekaligus memberi perlindungan konsumen.

“Tujuannya untuk memitigasi risiko gagal bayar serta merealisasikan manfaat hadirnya teknologi pada industri keuangan bagi para pemberi pinjaman atau lender dalam rangka memberdayakan UMKM di Indonesia,” kata Co-Founder & COO Modalku Iwan Kurniawan dalam siaran pers di Jakarta, Minggu (2/12).

Menurut Iwan, sebagai penanggung risiko, Modalku dan Askrindo memberikan akses permodalan dan tingkat kepercayaan industri keuangan kepada pelaku UMKM diharapkan makin baik serta tumbuh dan berkembang.

Kolaborasi Modalku dengan Askrindo akan menciptakan ekosistem keuangan yang lebih sehat, yaitu dengan meningkatkan standar perlindungan konsumen untuk pengguna teknologi finansial. [Ant]

Baca Juga
Lihat juga...