Cristian Gonzales Belum Tentu Perkuat PSS di Liga 1

Editor: Koko Triarko

163
SLEMAN – Striker veteran, Cristian Gonzales, membuktikan dirinya masih bertaji di lini depan PSS Sleman, saat bertarung di Liga 2-2018. Bergabung di awal musim dan sempat tidak bisa dimainkan sampai putaran kedua kompetisi, Gonzales mampu menjadi andalan Super Elang Jawa.
Dirinya rutin menyumbang gol bagi PSS. Produktivitasnya melonjak tajam di babak 8 Besar. Pemain naturalisasi berusia 42 ini, mencetak hat-trick di dua pertandingan, melawan Persita Tangerang dan Persiraja Banda Aceh.
Di pertandingan final Liga 1 melawan Semen Padang, gol Gonzales membuka kemenangan PSS. Mereka pun menang 2-0, sekaligus menjadi juara Liga 2.
Sampai akhir kompetisi, pemain yang sudah malang-melintang bersama klub-klub elite Liga 1, seperti Persib Bandung, Arema FC sampai Madura United ini, sudah mencetak 15 gol.
Persoalannya, mampukah Gonzales bersaing di Liga 1, bila dipertahankan PSS?
Pelatih Seto Nurdiantara yang membawa PSS menjadi juara liga menyampaikan, Gonzales merupakan pemain bagus dan punya kualitas.
“Hanya Liga 1 memang lebih berat. Dia dihadapkan pada faktor usia dan ini berpengaruh pada fisik. Meski demikian, dia memang pemain yang berkualitas,” kata Seto, yang belum berpikir apakah akan merekomendasikan Gonzales saat PSS bermain di Liga 1.
Ia menyatakan, harus berkomunikasi dengan tim pelatih dan manajemen sebelum memutuskan siapa saja yang dipertahankan.
PSS sendiri sesungguhnya bermaterikan pemain yang rata-rata pernah bermain di Liga 1.
Selain Gonzales, ada Rifal Lastori yang pernah bermain di Borneo FC atau Rangga Muslim, yang sempat membela Persebaya Surabaya.
Juga ada Dave Mustaine, eks pemain Persela Lamongan. Pemain sayap Ichsan Pratama yang terpilih sebagai pemain terbaik Liga 2, pun pernah bermain di Barito Putera.
Gelandang Amarzukih juga pernah bermain di tim-tim papan atas Liga 1, seperti Persija Jakarta.
“Ichsan merupakan salah satu pemain PSS yang paling stabil. Dia juga pantas bermain di kasta tertinggi, asal ada beberapa hal yang perlu diperbaiki. Bila skill individunya meningkat, dia bisa menembus Liga 1. Demikian pula Amarzukih yang kian stabil. Dia menunjukkan perkembangan yang bagus,” kata Seto.
Hanya, Seto belum menyampaikan siapa saja yang direkomendasikan untuk dipertahankan PSS. Kontrak Seto juga berakhir setelah selesainya kompetisi. “Apakah saya tetap menjadi pelatih PSS, itu saya serahkan ke manajemen. Semua masih tahap pembicaraan tak resmi. Setelah kontrak selesai, saya fokus pada kursus kepelatihan AFC Pro Diploma,” ujarnya.
Baca Juga
Lihat juga...