Cuaca Buruk Diprakirakan Landa Lebak

Ilustrasi -Dok: CDN

LEBAK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mengajak masyarakat di daerah ini dapat meningkatkan kewaspadaan bencana alam, sehubungan memasuki musim hujan.

“Kita berharap, kewaspadaan itu dapat mengurangi risiko kebencanaan, agar tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian harta,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Kaprawi, saat dihubungi di Lebak, Jumat (14/12/2018).

Ia mengatakan, peningkatan kewaspadaan bencana alam, karena Kabupaten Lebak masuk daerah rawan banjir, banjir bandang, longsor dan angin puting beliung.

Potensi bencana alam tersebut, karena terdapatnya perbukitan, pegunungan dan daerah aliran sungai. Apalagi, saat ini memasuki musim penghujan, sehingga sangat berpeluang terjadi bencana alam.

Ia mengajak masyarakat, agar meningkatkan kewaspadaan bencana guna mengurangi risiko kebencanaan, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa dan kerugian material cukup besar.

Berdasarkan laporan BMKG, diprakirakan sepekan ke depan cuaca buruk melanda wilayah Kabupaten Lebak, yang ditandai hujan deras disertai angin kencang dan petir.

Bahkan, curah hujan lebat disertai angin terjadi di Rangkasbitung, Jumat (14/12) sore, namun tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.

“Kami minta masyarakat, khususnya yang tinggal di daerah rawan bencana alam, agar meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya.

Kaprawi menjelaskan, saat ini daerah yang masuk kategori rawan bencana alam meliputi 42 desa di 16 kecamatan. Kecamatan itu di antaranya, Wanasalam, Gunungkencana, Banjarsari, Rangkasbitung, Warunggunung, Cileles, Cibadak, Leuwidamar, Cikulur, Cimarga, Kalanganyar, Sobang, Cibeber, Cilograng, dan Sajira.

“Kami berharap, warga yang tinggal di lokasi rawan bencana, agar mengungsi ke tempat yang lebih aman, jika curah hujan di atas lima jam,” katanya. (Ant)

Lihat juga...