Curah Hujan Kurang, Petani Gora Khawatir Gagal Panen

Editor: Mahadeva

MATARAM – Meski hujan di sudah turun di Nusa Tenggara Barat (NTB) sejak pertengahan November lalu. Intensitas hujan dirasakan sampai saat ini masih tergolong kecil.

Curah hujan masih dirasakan sangat kurang. Seminggu, hujan hanya turun satu sampai dua kali “Tahun ini, meski sudah memasuki pertengahan musim hujan, curah hujan yang turun sangat kurang, intensitasnya kecil,” kata Rumenah, petani Gogorancah (Gora), Kabupaten Lombok Tengah, Senin (31/12/2018).

Kondisi tersebut dihawatirkan, akan mengakibatkan petani gagal tanam. Tanaman sangat kekurangan air, sehingga dikhawatirkan akan terganggu pertumbuhannya. Saat ini, sebagian Padi Gora milik petani, sudah mengalami kekeringan. Ada padi yang mulai menguning karena kekurangan air.

Samian, petani lain menyebut, sampai sekarang belum menanam padi, dengan pola tanam jajar legowo, karena tidak adanya air. Sementara biasanya, setiap Desember, tanaman padi sudah besar, dan sudah melakukan pemupukan pertama. “Akibatnya ampar atau bibit padi yang telah disemai, sudah ketuaan dan melebihi umur masa tanam,” katanya.

Samian berharap, di Januari hujan turun lebih sering, dengan intensitas lebih besar. Hal itu dibutuhkan agar, sawah bisa terairi dan petani bisa menanam padi.

Lihat juga...