hut

Damandiri Realisasikan Bedah Rumah Tahap Dua di Kedungkandang

Editor: Mahadeva WS

Manajer Umum Koperasi Unit Desa (KUD) Subur, Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Arif Adi Rendra – Foto Agus Nurchaliq

MALANG – Yayasan Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) segera merealisasikan program bedah Rumah Tidak Layak Huni tahap kedua di Desa Mandiri Lestari Kelurahan Kedungkandang.

Di tahap pertama, program tersebut telah berhasil melakukan bedah rumah 10 Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Kini di tahap kedua, bedah rumah akan dilakukan untuk 20 RTLH. “Alhamdulliah program bedah rumah tahap dua sebanyak 20 rumah dari Damandiri akan segera direalisasikan hingga awal tahun 2019,” ungkap Manajer Umum Koperasi Unit Desa (KUD) Subur, Desa Mandiri Lestari Kedungkandang, Arif Adi Rendra, Sabtu (15/12/2018).

Penentuan penerima manfaat bedah rumah, dilakukan secara selektif. Prosesnya melalui survei lapangan. Harapannya, penerima manfaat merupakan warga yang benar-benar layak dibantu, sesuai kriteria yang diberikan Damandiri. “Karena dari ketua Yayasan Damandiri, Subiakto Tjakrawerdaya, mengharapkan, target benah rumah ini penerima manfaatnya memang warga miskin dan tidak mampu atau pra Keluarga Sejahtera (Pra KS) dan Keluarga Sejahtera Satu  (KS 1) yang produktif,” tambah Rendra.

Bedah rumah yang ditawarkan Damandiri, memiliki konsep tidak hanya melakukan perbaikan rumah. Kegiatan juga membangun sebuah warung, agar pemiliknya juga bisa melakukan aktivitas produktif. Warung yang dibangun bersamaan dengan bedah rumah, nantinya bisa bekerjasama dengan warung cerdas, yaitu warung grosir, yang akan mensuplai kebutuhan warung Damandiri. Selain itu, juga berhubungan dengan Tabur Puja, untuk membantu permodalan usaha.

“Kalau hanya melihat kondisi rumahnya, banyak disini rumahnya yang tidak layak, tapi bukan hanya itu yang dicari Damandiri. Maka disini kami harus benar-benar selektif untuk memilih calon penerima manfaat bedah rumah. Sehingga persyaratannya memang agak lebih rumit dan kami harus lakukan itu secara bertahap dengan klasifikasi dan survei,” ungkapnya.

Rendra menyebut, semua bantuan yang masuk ke Kedungkandang, baik yang berupa hibah maupun kegiatan ekonomi dan sosial, termasuk investasi, harus benar-benar untuk masyarakat. Hal itu untuk membantu proses percepatan mencapai visi program Desa Mandiri Lestari, yakni menjadi desa yang mandiri, lestari, dan sejahtera.

Saat ini di kedungkandang, terdapat sekira 825 Kepala Keluarga (KK), yang membutuhkan perhatian. Ditargetkan, dalam kurun waktu tiga tahun ke depan, sudah tidak ada lagi istilah Pra KS dan KS 1 di Kedungkandang. Semuanya sudah harus bisa sejahtera. “Beberapa waktu yang lalu kami sudah bertemu langsung denga Bapak Subiakto. Disana dijelaskan bahwa indikator kinerja Desa Mandiri Lestari berhasil adalah, dalam kurun waktu tiga tahun bisa meningkatkan status dari pra ks dan ks 1, ke tingkatan yang lebih tinggi lagi,” sebutnya.

Dengan program dari Yayasan Damandiri, Rendra optimistis, dalam kurun waktu tiga tahun, permasalahan kesejahteraan 825 KK tersebut bisa terselesaikan. Selama ini, program-program dari Damandiri bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan melalui cara yang sebaik-baiknya.

Bukan hanya memberikan bantuan, tapi masyarakat dibantu dan di bina, sampai mereka bisa mandiri. “Bentuk pembinaannya berupa masyarakat diajarkan cara berwirausaha, berkoperasi, mengakses permodalan dan memasarkan produk,” jelasnya.

Dibutuhkan kerjasama dari berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah daerah dan perangkat desa, serta seluruh stake holder yang ada di desa, untuk bisa menyelesaikan permasalahan kesejahteraan masyarakat.

Lihat juga...