Dana Penanganan Puting Beliung di Bogor, Rp7,5 Miliar

Ilustrasi -Dok: CDN

BOGOR – Seiring berakhirnya masa tanggap darurat bencana puting beliung, Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mencatat total kebutuhan pendanaan penanganan akibat musibah tersebut mencapai Rp7,5 miliar.

“Status tanggap darurat sudah dicabut, sekarang masuk masa pemulihan, dengan melakukan perbaikan-perbaikan rumah warga,” kata Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto, dalam jumpa media di Balai Kota, Selasa (18/12/2018).

Bima mengatakan, total pendanaan yang diperlukan untuk penanganan bencana didapatkan dari hasil pendataan yang dilakukan di lapangan oleh camat, lurah, RT dan RW.

Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Bogor melalui APBD telah mengucurkan dana sebesar Rp1,4 miliar, yang diperuntukkan untuk tanggap darurat, bukan fisik (bangunan).

Tanggap darurat yang dimaksudkan, bantuan hunian sementara atau kontrakan, pasokan pangan untuk dapur umum di pengungsian, sandang berupa kasur, selimut, tas sekolah, dan perlengkapan lainnya, serta operasional petugas dan juga relawan.

“Juga disalurkan 5.000 lembar asbes, serta terpal 1.000 lembar,” katanya.

Selain dari APBD kota, Pemerintah Kota Bogor juga mendapatkan bantuan dana dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, sebesar Rp5 miliar. Dana dari pemerintah Provinsi Jabar ini, akan diperuntukkan bagi perbaikan 1.012 rumah warga yang memiliki alas hak. Besarannya setiap rumah Rp11.200.000 maksimal.

“Pemkot Bogor juga menerima bantuan donasi dari masyarakat melalui rekening Solidaritas Bogor, sebesar Rp766 juta, dan rekening Dinas Sosial Rp345 juta lebih,” katanya.

Bima menambahkan, progres saat ini setelah masa tanggap darurat selesai, warga sudah kembali ke rumahnya masing-masing. Ada beberapa warga yang rumahnya rusak berat, memilih mengontrak di tetangga dekat, yang biaya sewanya difasilitasi oleh Pemkot Bogor.

Menurutnya, bencana angin puting beliung ini skalanya cukup masif, kerusakan fisik yang ditimbulkan mencapai 1.821 unit rumah yang rusak. “Rasanya belum pernah ada bencana yang sebesar ini sebelumnya di Kota Bogor,” kata Bima. (Ant)

Lihat juga...