Dedikasikan Perlindungan WNI, Kemenlu Beri Penghargaan HWPA

185

JAKARTA — Sebanyak 19 orang menerima Penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan Award (HWPA) dari Kementerian Luar Negeri atas jasa dalam upaya perlindungan bagi warga Indonesia di luar negeri.

“Penghargaan ini untuk memberikan pengakuan dan ucapan terimakasih atas peran semua pihak dalam kerja perlindungan WNI. Selamat untuk 19 penerima Hassan Wirajuda Perlindungan Award (HWPA) pada malam hari ini,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta, Jumat (7/12/2018).

Hassan Wirajuda Perlindungan Award (HWPA) bertujuan untuk memberikan motivasi dan penghargaan kepada para pegiat perlindungan dan pemangku kepentingan terkait atas peranan, pengabdian serta kerja keras yang telah dilakukan dalam memberikan perlindungan kepada WNI.

Pemberian penghargaan HWPA pada tahun ini diselenggarakan dengan proses penominasian yang telah berlangsung mulai Agustus hingga September 2018. Sementara itu proses penjurian berlangsung mulai Oktober hingga November 2018.

Dewan Juri HWPA 2018 terdiri dari pakar, pemerhati, dan praktisi perlindungan WNI dari berbagai latar belakang yang relevan dengan isu perlindungan WNI.

Kesembilan belas orang itu menerima Penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI (HWPA) 2018 untuk tujuh kategori, yaitu pemerintah daerah, masyarakat madani Indonesia, jurnalis dan media, kepala perwakilan RI, staf perwakilan RI, mitra kerja Kementerian Luar Negeri, mitra kerja perwakilan RI.

Para penerima penghargaan tersebut memiliki keterlibatan langsung dalam berbagai macam isu perlindungan WNI di luar negeri seperti perlindungan terhadap pekerja migran Indonesia, Anak Buah Kapal Indonesia, WNI yang menghadapi permasalahan atau terjebak di negara konflik, penanganan WNI terindikasi/korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), serta berperan aktif dalam memberikan layanan, bantuan dan mendorong kesadaran publik sehingga dapat meminimalisir terjadinya permasalahan WNI pada saat berada di luar negeri.

Pada acara Penganugerahan HWPA itu, Menlu Retno menyampaikan bahwa amanah kemanusiaan untuk melindungi segenap warga Indonesia di luar negeri bukanlah perkara mudah sehingga Kementerian Luar Negeri tidak dapat melakukan hal itu sendiri dan perlu bekerjasama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Maka kami tidak bisa sendiri menjalankan amanah kemanusiaan ini dan harus melibatkan semua pihak secara inklusif, seperti media, masyarakat madani, mitra kerja dari kementerian/lembaga lain,” ujar dia.

Kementerian Luar Negeri sejak 2015 telah memberikan 48 penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) kepada organisasi maupun individu, baik dari kalangan pemerintah maupun non-pemerintah.

Penyelenggaraan HWPA pada 2015-2017 telah memperoleh tanggapan positif, dukungan masyarakat dan media. Untuk itu, Kementerian Luar Negeri kembali menyelenggarakan kegiatan penganugerahan penghargaan Hassan Wirajuda Perlindungan WNI Award (HWPA) untuk 2018.

Perlindungan WNI merupakan salah satu prioritas kebijakan luar negeri pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo sebagaimana tertuang dalam butir pertama agenda Nawa Cita. Sejalan dengan hal tersebut, Kementerian Luar Negeri menjadikan perlindungan WNI sebagai salah satu dari empat prioritas politik luar negeri Indonesia. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...