Di Tengah Data Suram Pekerjaan, Dolar Amerika Melemah

135
Dolar Amerika Serikat - Foto: Ist/Dokumentasi CDN

NEW YORK – Kurs dolar Amerika Serikat (AS), memperpanjang masa penurunannya hingga akhir perdagangan Jumat (7/12/2018) Waktu Amerika atau Sabtu (8/12/2018) pagi WIB). Kondisi tersebut diyakini, karena pasar kerja AS membukukan pertumbuhan yang lambat dari perkiraan.

Hal itu, meningkatkan kekhawatiran terjadinya kenaikan suku bunga, lebih sedikit dari kebijakan Federal Reserve AS (Fed). Total lapangan kerja non-pertanian, meningkat 155.000 pada November. Sementara, tingkat pengangguran tetap tidak berubah, dari catatan kata Biro Statistik Tenaga Kerja AS, dalam laporan bulanannya, pada Jumat (7/12/2018), di angka pada 3,7 persen.

Angka itu di bawah perkiraan, untuk kenaikan sekira 190.000, dan lebih rendah dari rata-rata bulanan sebanyak 170.000 untuk September, Oktober dan November. Data pekerjaan, secara luas dilihat sebagai ukuran ekonomi AS secara keseluruhan. Kondisi itu memunculkan kekhawatiran, Amerika Serikat akan cenderung menavigasi perlambatan ekonomi, memperlemah ekspektasi kenaikan suku bunga Fed lebih lanjut pada pertemuan 18-19 Desember.

Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi 1,1421 dolar AS dari 1,1374 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2751 dolar AS dari 1,2776 dolar AS di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7209 dolar AS dari 0,7222 dolar AS. Dolar AS dibeli 112,64 yen Jepang, sama seperti di sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9892 franc Swiss dari 0,9931 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3282 dolar Kanada dari 1,3392 dolar Kanada. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...