Diikuti Sembilan Negara, Bali IFC U-15, Digelar

Editor: Satmoko Budi Santoso

201

BADUNG –  Kementerian Pemuda dan Olahraga menggelar Bali International Football Championship (IFC) U-15 Menpora Cup.

Deputi III Pembudayaan Olahraga, Kemenpora, Raden Isnanta, menjelaskan, Bali IFC U-15 bertujuan untuk mencari pemain muda berbakat yang siap untuk mengikuti event baik di dalam maupun luar negeri.

“Kegiatan turnamen ini bisa sebagai momentum untuk pematangan atlet di usia yang sangat produktif. Nantinya mereka akan siap jika sewaktu-waktu bertemu dari negara lain,” ujar Raden Isnanta, Senin (3/12/2018).

Tak hanya itu, pihaknya juga mendatangkan pemandu dari Spanyol. Khusus dari Indonesia, pemandu yang dihadirkan di antaranya mantan pelatih Timnas U-16 Fachri Husaini, Ricky Yakobi, Rully Nere hingga Rudi Keltjes. Tugas mereka memantau kemampuan pemain secara bergantian selama kejuaraan berlangsung.

Raden menambahkan, turnamen ini merupakan event internasional perdana yang diselenggarakan di Indonesia di luar perhelatan yang diselenggarakan oleh federasi. Event yang diselenggarakan mulai 3-10 Desember 2018, diikuti sembilan negara yakni Australia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, Tiongkok, Thailand, Singapura dan Indonesia.

“Ini adalah event pertama di luar agenda federasi yang memperlombakan akademi atau klub U-15. Di luar negeri banyak event seperti ini,” ujarnya.

Lantaran perdana digelar, Raden mengaku, peserta sengaja dibatasi menjadi 12 tim dari 9 negara yang hadir. Karena itu, sengaja pihak panitia membuat terbatas 12 peserta dari 9 mancanegara, yaitu Australia, Jepang, Korea, Malaysia, Filipina, China, Thailand, Indonesia, Singapura. Indonesia tiga tim, dua tim adalah gabungan beberapa atlet profesional yang dirangkul dari piala Menpora di U 15.

”Kita harapkan para pemain muda tampil secara maksimal. Target kita bisa menjadi juara,” imbuh Raden.

Sejumlah atlet mempersiapkan diri dalam turnamen Bali IFC U-15 Menpora Cup – Foto Sultan Anshori

Selain itu, kegiatan ini, kata Raden, sebagai upaya untuk lebih mengenalkan Bali sebagai destinasi wisata dunia kepada para pemain muda.

Tak hanya itu, event ini diharapkan juga menjadi sarana meningkatkan ekonomi. Dalam konsepnya, dibuat kerakyatan. Artinya, setiap pemain akan tidur tidak di hotel berbintang  tapi homestay, termasuk konsumsi sederhana.

“Kita ingin kuatkan sport tourism. Ke Bali alam indah budaya keren. Tapi kali ini ada plusnya. Badung ingin menguatkan tourism  biar ada plusnya datang untuk main bola. Jangka panjang ke depan bisa banyak negara datang ke Badung,” tegas Raden.

Sementara itu, I Made Karyana selaku Kepala Desa Pecatu, menyambut baik event olahraga sepakbola ini. Selain sebagai bagian untuk mendukung bakat muda di bidang persepakbolaan Nusantara, kegiatan ini juga menjadi berkah bagi para pelaku usaha kecil warga setempat.

Ia berharap, event serupa dapat digelar di tempatnya, karena Stadion Desa Pecatu memiliki fasilitas lapangan yang tidak kalah bagus dengan stadion lainnya.

“Kami berterima kasih event ini digelar di tempat kami. Dampak terhadap usaha mikro juga terasa. Sangat berpotensi meningkatkan pemberdayaan. Secara prinsip pihaknya siap adanya event ini. Kita berharap berkelanjutan,” pungkasnya.

Baca Juga
Lihat juga...