Dinas: Tak Ada Kelangkaan Gas Bersubsidi Jelang Nataru

Gas 3 Kg di pangkalan, ilustrasi -Dok: CDN

SOLO – Pemerintah Kota Surakarta, sejauh ini tidak mengajukan tambahan alokasi elpiji subsidi untuk kebutuhan libur Natal dan Tahun Baru 2019.

“Pada prinsipnya, untuk Kota Solo sampai sekarang tidak ada masalah, barang (elpiji subsidi, red) bisa tetap diperoleh dengan harga wajar sesuai dengan peruntukan,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Subagiyo, di Solo, Selasa (11/12/2018).

Sejauh ini, pihaknya juga aktif melakukan pantauan di beberapa titik, salah satunya pangkalan. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan terkait penjualan elpiji subsidi, agar diutamakan keluarga miskin. “Dari pantauan kami, harga jual juga masih wajar, artinya tidak ada kelangkaan,” katanya.

Ia mengatakan, untuk konsumsi elpiji subsidi di Kota Solo sampai saat ini juga masih wajar, yaitu di kisaran 800.000 tabung per bulan. Ada pun untuk menjaga kestabilan harga tersebut, pihaknya aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya golongan mampu, seperti pelaku usaha dan pegawai negeri sipil (PNS), agar mulai meninggalkan elpiji subsidi atau ukuran tabung 3 kg.

“Harapannya, mereka menggunakan elpiji nonsubsidi, paling tidak elpiji brightgas ukuran tabung 5,5 kg,” katanya.

Sementara itu, untuk memastikan tidak ada lonjakan harga akibat kelangkaan elpiji subsidi, pada 18 Desember 2018 pihaknya akan menyelenggarakan pasar gotong-royong dengan melibatkan banyak pihak.

“Selain instansi pemerintah, juga melibatkan pengusaha, salah satunya agen. Jadi, pada pelaksanaan selama tiga hari tersebut, kami akan menyediakan kebutuhan masyarakat akan komoditas pokok, termasuk elpiji,” katanya. (Ant)

Lihat juga...