Dinkes Biak Data 12 Indikator Keluarga Sehat

Ilustrasi daerah larangan merokok - Foto: Dokumentasi CDN

BIAK – Jajaran Dinas Kesehatan (Dinkes) Biak Numfor, bersama 21 puskesmas di daerah tersebut mengintensifkan pelaksanaan program Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas). Hal itu dilakukan dengan melakukan pendataan 12 indikator keluarga sehat.

“Pendataan program Indonesia Sehat sedang berjalan, dibutuhkan partisipasi masyarakat untuk membantu petugas kesehatan di lapangan,” ungkap Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Biak, Ruslan Epid, Minggu (16/12/2018).

Menurutnya, masalah kesehatan bukan hanya persoalan di hilir atau sekadar mengobati pasien. Akan tetapi, juga persoalan di hulu, yaitu membentuk masyarakat yang mengerti tentang kesehatan, dan mau mewujudkannya. Ruslan menyebut, kebijakan Kementerian Kesehatan, tidak hanya mengupayakan penguatan layanan kesehatan primer. Namun, juga menguatkan program keluarga sehat. 12 indikator keluarga sehat harus dicermati dan dipahami.

Lima indikator keluarga sehat, adalah, gizi, kesehatan ibu dan anak, keluarga mengerti program Keluarga Berencana (KB), ibu hamil memeriksa kehamilan sesuai standar, balita mendapatkan imunisasi lengkap, pemberian ASI ekslusif 0-6 bulan, serta pemantauan pertumbuhan balita. Dua indikator keluarga sehat adalah, pengendalian penyakit menular dan tidak menular, penderita hipertensi berobat teratur, penderita TB paru berobat sesuai standar.

Dua indikator perilaku sehat, adalah, tidak adanya anggota keluarga yang merokok, serta sekeluarga sudah menjadi anggota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Ruslan mengatakan untuk dua indikator terkait dengan lingkungan sehat adalah, mempunyai sarana air bersih serta menggunakan jamban keluarga. “Satu indikator kesehatan jiwa di mana anggota keluarga akses dalam pelayanan kesehatan jiwa,” ungkap Ruslan.

Kepala Puskesmas Biak Kota, Rewang Naftali SKM, mengharapkan, masyarakat mampu secara mandiri menjaga kesehatannya. Hal itu dibutuhkan agar terbebas dari ancaman penyakit. “Masyarakat diharapkan agar lebih mengerti tentang perilaku hidup sehat dan bersih supaya tidak jatuh sakit,” katanya.

Diharapkan, adanya perubahan orientasi masyarakat, bukan lagi berobat ke puskesmas atau rumah sakit saat sakit. Tetapi lebih baik bila warga senantiasa menjaga kesehatan, sehingga tidak perlu berobat. Berdasarkan data, Kabupaten Biak Numfor pada 2018 berhasil menyabet penghargaan Menteri Kesehatan RI dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua, karena mencapai target program vaksin imunisasi MRP 104 persen. (Ant)

Lihat juga...