Dinkes Biak: Penanganan Limbah Medis Sesuai Prosedur

BIAK  – Penanganan limbah medis dari rumah sakit dan puskesmas di Kabupaten Biak Numfor, Papua dilakukan secara khusus, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Biak Numfor, dr. Daisy Ch Urbinas.

“Pemusnahan sampah medis dilakukan dengan ketentuan khusus agar alat-alat medis yang telah digunakan tidak menyebabkan masalah baru, terutama yang terkait dengan kesehatan dan penyebaran penyakit menular HIV/AIDS,” kata dia di Biak, Sabtu.

Ia menyebut, limbah medis rumah sakit dan puskesmas dipilah menjadi dua kategori terlebih dahulu, yakni limbah biasa dan limbah medis.

Untuk limbah medis dibagi lagi kategorinya, yakni jenis limbah medis tajam, nontajam, nonmedis, botol, dan plastik infus.

Limbah medis tajam bisa berupa bekas jarum suntik, kaca preparat, infus set, atau vial obat.

Untuk kategori limbah medis nontajam, di antaranya bekas sampel darah atau sarung tangan bekas operasi.

Baik jenis benda medis tajam maupun tidak, menurut dia, dalam penanganan limbah aktivitas rumah sakit itu dimusnahkan dengan cara yang sama.

Di Indonesia khususnya, lanjut Daisy, pemusnahan limbah medis dari rumah sakit dilakukan dengan insinerasi atau pembakaran dengan suhu tinggi.

“Ya limbah medis yang bekas pakai di RSUD Biak sudah dikelola sesuai dengan standar operasional prosedur rumah sakit,” ujarnya.

Menyinggung sinyalemen informasi warga tentang adanya penularan penyakit HIV/AIDS di Biak yang dominan dari bekas alat suntik yang tidak steril, ia mengatakan, informasi itu perlu diluruskan sehingga tidak dipercaya kebenarannya oleh warga Biak.

Daisy mengatakan, setiap penggunaan jarum suntik di rumah sakit atau puskesmas setelah habis pakai, langsung dibuang.

“Saya tegaskan setiap penggunaan barang medis yang bekas ada standar operasional prosedur pemusnahannya. Ini sudah berlaku sama pengolahan limbah medis di seluruh Indonesia,” katanya.

Sistem pengolahan limbah medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Biak yang sudah terakreditasi utama, melalui penyediaan mesin pembakar limbah medis. (Ant)

Lihat juga...