Dinkes Pekanbaru: Kasus DBD di 2018 Menurun

Ilustrasi - Pasien demam berdarah dengue (DBD) - Dok CDN

PEKANBARU — Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, Riau, sejak Januari hingga awal Desember 2018 ini mencatat 341 warga terjangkit penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

“Tahun ini kasus DBD jauh lebih rendah dari tahun sebelumnya,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Diskes Kota Pekanbaru, Gustiyanti, Senin (17/12/2018).

Gustiyanti menyatakan penurunan ini dia sebabkan beberapa faktor terutama mulai masifnya penanganan pencegahan penyebaran jentik nyamuk di masyarakat. Selain juga upaya yang dilakukan semua pihak baik pribadi, lingkungan maupun petugas jentik dan kesehatan selama ini.

Walau menurun namun masyarakat tetap harus waspada memasuki musim penghujan di akhir tahun bisa memicu perkembangbiakan jentik menjadi nyamuk, jika menjaga kebersihan lingkungan kendor.

“Kasus DBD akan tetap terjadi selama masyarakat tidak menjaga lingkungannya. Maka dari itu, diharapkan masyarakat aktif membersihkan dan menggunakan obat – obatan anti nyamuk seperti Abate yang selalu tersedia gratis di Puskesmas,” imbuh dia.

Dia menambahkan sejauh ini anak – anak masih menjadi penyumbang kasus tertinggi DBD di Pekannaru.

Data Dinkes pada minggu ke-49, 77 kasus menyerang anak usia 5 – 9 tahun, disusul 70 kasus usia 10 – 14 tahun.

Berdasarkan jenis kelamin, laki – laki lebih rentan terserang dengan persentase 54 persen atau 185 kasus, dan perempuan dengan 156 kasus.

Adapun jumlah kasus di masing-masing kecamatan sebagai berikut Sukajadi 23 kasus, Senapelan 22, Pekanbaru kota 11 dan Rumbai Pesisir 19 kasus.

Rumbai 18 kasus, Limapuluh 19 , Sail 3, Bukit Raya 24, Marpoyan, Damai 44, Tenayan Raya 56, Tampan 50 dan Payung Sekaki 52 kasus.

Data berhasil dirangkum, penurunan kasus DBD setempat pada semester pertama 2018 mencapai 50 persen dibandingkan waktu yang sama tahun 2017.

Tercatat hanya 151 kasus DBD, dengan 2 orang meninggal dunia pada semester pertama tahun 2018. Sedangkan semester pertama tahun 2017 sebanyak 370. [Ant]

Lihat juga...