Dinkes Sumbar Petakan Lingkungan Cegah Penyakit Menular

Editor: Koko Triarko

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Sumatra Barat, Satria Wibawa/ Foto: M. Noli Hendra 

PESISIR SELATAN – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat, melalui Dinas Kesehatan, melakukan pemetaan lingkungan guna untuk membentengi masyarakat, agar tidak mudah terjangkit penyakit menular.

Kepala Dinas Kesehatan Pesisir Selatan, Satria Wibawa, mengatakan persoalan penyakit menular merupakan sebuah momok yang menakutkan. Sehingga Dinas Kesehatan menilai perlu melakukan upaya pencegahan, dengan cara pemetaan lingkungan.

Sebenarnya selaian pemetaan lingkungan, kesiagaan semua sarana pelayanan kesehatan, juga mulai dari tingkat Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) dan Puskesri, hingga Puskesmas.

“Jadi yang saya pikirkan, dengan adanya pemetaan lingkungan itu, pengawasan terhadap berbagai penyakit menular bisa dilakukan secara maksimal,” katanya, Jumat (28/12/2018).

Ia menyebutkan, Dinas Kesehatan akan melakukan berbagai upaya dalam mensikapi berbagai persoalan yang bisa menimbulkan kecemasan bagi warga, salah satunya penyakit menular tersebut.

Penyakit menular itu di antaranya infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), cacar air, konjungtivitis, gastroenteritis, campak, kutu rambut, kudis, dan kura

Menurutnya, selain adanya penyakit yang demikian, pemantauan terhadap penyakit menular lainnya yang juga perlu diwaspadai adalah tuberkulosis (TBC), malaria dan HIV/AIDS.

Di Pesisir Selatan, katanya, biasanya untuk penderita TBC ini masih terjadi di beberapa daerah yang tersebar. Hanya saja, persoalan berapa angka, belum dirangkum secara keseluruhan.

“Makanya, saya anggap pemetaan lingkungan itu salah satu cara yang bagus. Terutama sekali ketika terjadi wabah atau penyakit yang bisa menulari orang lain, seperti mutaber, DBD dan lainnya. Ketika hal ini terjadi, maka pemetaan lingkungan akan dilakukan dengan segera. Sebab, upaya itu bisa mengurangi dampak penularan lebih besar, guna menghindari Kejadian Luar Biasa (KLB),” jelasnya.

Selain melakukan pemetaan lingkungan untuk mengantisipasi penyakit menular, sebenarnya hal yang bisa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari oleh setiap orang, seperti melakukan suntik vaksin/imunisasi.

“Jadi, yang harus dilakukan pertama-tama oleh seseorang untuk mencegah penyakit menular, adalah melakukan suntik vaksin/imunisasi. Tujuannya agar tubuh tidak mudah sakit dan tidak mudah terserang berbagai penyakit menular lainnya,” paparnya.

Ia menambahkan, vaksin/imunisasi bermanfaat untuk mencegah penularan suatu penyakit. Karena itu, saat hendak pergi ke luar negeri, disarankan untuk suntik vaksin terlebih dahulu. Sedangkan untuk anak-anak, agar tubuhnya kebal dari penyakit.

Selanjutnya juga bisa melakukan mencuci tangan dengan rajin. Mencuci tangan merupakan satu hal penting untuk menjaga kesehatan. Bukan tidak mungkin, setelah seseorang memegang tubuh orang yang menderita penyakit menular atau tangan tidak sengaja bersentuhan dengan penderita penyakit menular, membuat seseorang tertular jenis penyakit yang sama.

“Begitu juga saat seseorang memegang hewan mati akibat flu burung tanpa menggunakan alas, maka penyakit ini bisa menular. Tidak ada cara lain yang dapat dilakukan, selain dengan cara mencuci tangan terlebih dahulu,” katanya.

Ia mengatakan, seseorang harus membiasakan diri untuk mencuci tangan sehabis melakukan apa saja, termasuk setelah bersentuhan tangan dengan orang yang menderita penyakit menular.

Saat mencuci tangan, tidak cukup hanya menggunakan air, tapi menggunakan sabun pencuci tangan, agar tangan benar-benar bersih.

Selain itu, juga bisa membiasakan diri berolah raga. Olah raga merupakan salah satu kegiatan yang memiliki banyak manfaat termasuk untuk kesehatan. Maka, olah raga merupakan hal yang sangat penting, kesehatan tubuh selalu terjaga. Begitu juga untuk mencegah, perlu melakukan hal agar tidak tertular penyakit menular.

“Dengan berolahraga, maka tubuh akan kebal dari penyakit. Tidak perlu harus setiap hari untuk berolahraga, tiga kali seminggu sudah cukup. Selain mencegah penyakit menular, terbiasa olah raga juga dapat menurunkan berat badan,” ungkapnya.

Selanjutnya, hal yang bisa dilakukan ialah menghindari menggunakan peralatan makan penderita penyakit. Saat ada salah satu keluarga yang menderita penyakit menular seperti penyakit kuning, ada baiknya pisahkan peralatan makan yang digunakan. Ini dikarenakan alat makan yang digunakan bagi penderita penyakit menular, bisa saja membuat seseorang yang sehat dapat tertular penyakit yang sama, saat menggunakan alat makan yang sama digunakan penderita.

Selain alat makan, alat pribadi seperti sikat gigi, sabun, handuk, dan lain sebagainya juga harus dihindari.

“Mencegah merupakan langkah yang lebih baik dilakukan dari pada mengobati. Maka, agar terhindar dari penyakit menular sebaiknya lakukan cara-cara tersebut di atas terlebih dahulu,” harapnya.

Dia juga mengatakan. selain penyakit menular, pihaknya melalui petugas juga melakukan pembinaan dan sosialisasi kepada masyarakat, agar terhindar dari penyakit diabetes miletus (DM), hipertensi, paskastroke dan jantung.

“Sebab, penyakit yang bisa ditimbulkan oleh faktor genetik dan pola hidup yang tidak sehat itu, juga sangat menakutkan dan harus diwaspadai,” ingatnya.

Ditambahkanya, bahwa dari 10 jenis penyakit terbanyak di daerah itu, hipertensi dan diabetes melitus berada pada posisi dua besar yang diderita oleh masyarakat di daerah itu.

Lihat juga...