Diprediksi tak Ada Lonjakan Penumpang di Bandara Sepinggan

Editor: Koko Triarko

BALIKPAPAN – Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan, tidak menambah penerbangan selama libur Natal dan Tahun Baru 2019. Pasalnya, pada libur Nataru diperkirakan tidak terjadi lonjakan penumpang transportasi udara melalui Bandara Sepinggan.

Proyeksi tidak adanya lonjakan penumpang pengguna jasa transportasi udara melalui Bandara SAMS Sepinggan Balikpapan, disampaikan oleh General Manager PT Angkasa Pura I Balikpapan, Farid Indra Nugraha.

“Proyeksi mungkin tidak ada kenaikan, karena tidak ada pengajuan ekstra flight, mengingat sudah terbagi jumlah penumpangnya, apalagi di Samarinda Bandara APT Pranoto sudah beroperasi,” katanya, Kamis (20/12/2018).

General Manager PT Angkasa Pura I Balikpapan Farid Indra Nugraha, menunjukkan batas atas tarif tiket selama libur Natal dan Tahun Baru 2019 di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan -Foto: Ferry Cahyanti

Farid membantah akan terjadinya penurunan penumpang pada Nataru, melainkan jumlah penumpang akan sama seperti hari biasanya atau pun sama dengan tahun lalu.

“Kami sudah mengantisipasi, tahun lalu ada kenaikan 10 persen. Kalau menurun tidak ada, karena pengalaman tahun sebelumnya mengalami kenaikan. Tapi, mungkin stagnan,” ujarnya.

Ia mengakui, sejak bandara di Kota Samarinda beroperasi beberapa airline, melaporkan mengalami penurunan penumpang. “Memang ada yang terbagi beberapa airline melaporkan tingkat isiannya yang biasanya 80 persen, menjadi 70 persen.

“Selama libur Nataru, jumlah penerbangan tidak ada yang dikurangi,” ulas Farid Indra Nugraha.

Disinggung mengenai tarif yang mengalami kenaikan selama masa peak season, Farid mengatakan, sejauh ini harga masih berada di bawah batas atas. Bahkan, pihaknya memasang papan tarif batas atas sesuai Peraturan Menteri Perhubungan.

“Papan pengumuman batas atas itu, agar masyarakat atau pun penumpang mengetahui, sehingga bila ada yang melebihi bisa melaporkan di posko monitoring yang telah didirikan,” kata Farid.

Menanggapi hal itu, Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Alexander, Rita, mengungkapkan tiket sudah diatur oleh pemerintah dengan adanya tarif batas atas dan bawah. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 14 Tahun 2016.

“Tarif batas atas yang dipasang ini hanya untuk penerbangan langsung atau rute langsung. Transit itu tidak diatur di sini (papan harga maksimum),” ucapnya.

Dengan adanya papan tarif batas atas itu, Alexander mengatakan, bila ada pelanggaran penumpang dapat melaporkan ke tempat pengaduan untuk ditindaklanjuti.

“Kalau ada pelanggaran, bisa diinformasikan ke kami akan tindaklanjuti. Sanksinya bertahap, mulai administrasi, penangguhan rute sampai pencabutan. Ada tahapan, sanksi administrasi itu denda, dan kalau berlanjut kita bekukan rutenya,” pungkas Alexander Rita.

Lihat juga...