Disdukcapil NTB Pastikan, e-KTP Invalid Telah Dimusnahkan

Editor: Satmoko Budi Santoso

MATARAM – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pembangunan Desa, Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMPD-Dukcapil) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Azhari, memastikan, tidak ada e-KTP yang sudah rusak maupun invalid, tercecer.

“Kalau di NTB aman, tidak ada terdapat KTP manual maupun e-KTP rusak maupun invalid tercecer. Semua yang rusak telah dimusnahkan oleh Disdukcapil kabupaten/kota atas perintah Mendagri,” kata Azhari di Mataram, Selasa (18/12/2018).

Pemusnahan sendiri dilakukan, disaksikan aparat kepolisian untuk memastikan semua KTP manual maupun e-KTP rusak serta invalid tidak tercecer dan disalahgunakan, apalagi jelang Pemilu 2019.

Adanya sisa dan kerusakan, selain karena perubahan dari KTP manual ke e-KTP dan invalid, juga karena adanya warga yang pindah dan meninggal, termasuk penggantian e-KTP.

“Harus dibakar, tidak boleh dibuang sembarangan. Kepada Disdukcapil kabupaten/kota yang sudah membakar supaya segera membuatkan berita acara,” katanya,

Ditambahkan, proses perekaman e-KTP di NTB sendiri telah mencapai 93 persen dari target 95 persen nasional. Sisanya yang belum melakukan perekaman adalah tinggal 2 persen. Lebih dari 3.500.000  masyarakat NTB telah memiliki hak pilih. Perekaman e-KTP memang bisa sampai H-1 pemilihan umum. Bisa dilakukan. Tapi, Disdukcapil NTB menargetkan rampung sebelum Pemilu dilaksanakan.

Sebelumnya, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) NTB, Khuwailid, meminta kepada Disdukcapil supaya proses perekaman e-KTP bisa segera diselesaikan. Supaya masyarakat yang memang memiliki hak pilih bisa menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019 April mendatang.

Karena itu, ia meminta Disdukcapil bisa jemput bola turun ke kecamatan membantu masyarakat supaya segera melakukan perekaman bagi yang belum merekam dan membuat e-KTP. Mengingat waktu pelaksanaan Pemilu 2019 semakin dekat.

Lihat juga...