Dishub NTB Berlakukan Buka-Tutup di Pelabuhan Penyeberangan

Editor: Koko Triarko

187
Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windiya/ Foto: Turmuzi

MATARAM – Guna mengantisipasi dan menjamin keamanan aktivitas penyeberangan di beberapa pelabuhan di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama Natal dan Tahun Baru (Nataru), Dinas Perhubungan setempat akan memberlakukan kebijakan buka-tutup.

“Kita tentu tidak mau ambil risiko, makanya akan diberlakukan kebijakan buka-tutup di pelabuhan penyeberangan Lembar maupun Kayangan, ketika terjadi gelombang tinggi,” kata Kepala Dinas Perhubungan NTB, Lalu Bayu Windiya, Jumat (28/12/2018).

Bahkan, kalau ketinggian gelombang air laut mencapai dua meter, akan ditutup sama sekali. Tapi, sejauh ini kondisi cuaca dan gelombang air laut masih normal, meski sempat terjadi gelombang tinggi pada beberapa hari lalu.

Menurutnya, kondisi tersebut memang merupakan karakter gelombang air laut di Selat Alas, dan iklim secara lebih khusus, mengingat juga dibarengi dengan kondisi cuaca musim hujan.

“Kondisi cuaca gelombang air laut diperkirakan akan mulai normal dan stabil pada Januari,” katanya.

Kepala Badan Penanggulanganan Bencana Daerah (BPBD) NTB, Muhammad Rum, juga meminta kepada masyarakat supaya tetap waspada, terutama masyarakat yang tinggal dekat pinggir pantai.

Dikatakan, potensi gelombang tinggi dan tsunami selalu ada di mana-mana, termasuk NTB. Karena itu, tidak ada cara lain, selain meningkatkan kewaspadaan.

“Selama tahun baru, masyarakat sementara waktu juga diharapkan bisa merayakan tahun baru seperti biasa, dan sebisa mungkin menjauhi pantai sesuai arahan BMKG, sebagai langkah antisipasi, dan lebih baik mengisinya dengan ibadah di rumah,” harapnya.

Baca Juga
Lihat juga...