Dispendukcapil Kupang Musnahkan Ribuan Keping KTP Elektronik

Pemusnahan dengan cara di bakar [Foto: Henk Widi]

KUPANG — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur memusnahkan 2.629 keping KTP elektronik yang rusak serta yang pemiliknya pindah domisili.

“Yang dimusnahkan ini adalah KTP yang sudah invalid. Ini dilaksanakan guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak kita inginkan,” kata Sekretaris Dispendukcapil Kota Kupang Agus Ririmase kepada wartawan di Kupang, Rabu (19/12/2018).

Ia menjelaskan pemusnahan itu berdasarkan surat edaran Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo No 470.13/11176/SG tanggal 13 Desember 2018 tentang pemusnahan KTP elektronik yang rusak atau invalid.

Ribuan KTP elektronik yang dimusnahkan tersebut terdiri dari 2.129 yang rusak serta 500 lainnya merupakan milik warga yang pindah datang dan tidak melaporkan diri.

Pantauan di lapangan, pemusnahan dilakukan di halaman kantor Dispendukcapil Kota Kupang.

Hadir dalam acara pemusnahan tersebut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Kupang Thomas Dagang, serta perwakilan dari inspektorat.

Proses pembakaran ilakukan dengan cara dituangkan ke dalam suatu wadah kemudian dibakar.

Menanggapi pemusnahan tersebut, Anton warga Oesapa Kota Kupang yang sedang mengantre untuk mengurus KTP elektroniknya, mengatakan bahwa dirinya mengapresiasi hal tersebut.

“Ini kan mau pemilu, saya rasa itu pantas dilakukan karena memang mencegah jangan sampai ada yang menyalahgunakannya,” tambah dia.

Pasalnya kata dia, di momen-momen pemilu seperti ini banyak orang yang akan menggunakan KTP untuk melakukan hal-hal yang tidak inginkan.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Anita, warga Kuanino. Namun dia juga mengkritisi proses pembuatan di Dispendukcapil Kota Kupang yang masih sangat lama.

“Sebentar lagi Pemilu, KTP elektronik diperlukan untuk nanti bisa mencoblos, kalau lama prosesnya tentu akan berpengaruh pada proses pemilihan nanti,” ujar dia. [Ant]

Lihat juga...