Distan Berharap Koperasi Kelola Hasil Beras Organik Bartim

152
Beras, ilustrasi -Dok: CDN
TAMIYANG LAYANG – Beras organik Inpari 64 hasil panen pola mina padi di Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah, telah lulus uji laboratorium dan dinyatakan sangat rendah bahan kimia.
“Setelah diuji di laboratorium PT. Sucofindo Surabaya, Jawa Timur, diketahui hasilnya memuaskan, kata Kepala Dinas Pertanian Barito Timur, Riza Rahmadi, di Tamiang Layang, Sabtu (1/12/2018).
Menurutnya, sampel beras hasil panen padi organik tersebut diuji dengan delapan belas zat kimia, dan hasilnya sangat memuaskan. Rendahnya kadar kimia dari hasil uji coba tersebut, cukup memuaskan, karena termasuk beras organik premium.
“Dengan hasil tersebut, tentu akan mudah dipasarkan, terutama di Pulau Jawa yang banyak peminatnya dan sangat aman dikonsumsi,” katanya.
Untuk mengembangkan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, pemerintah sangat berharap ada koperasi lokal yang bisa menampung dan mengelola niaga beras organik. Termasuk ikan yang dipanen oleh para petani, ketika melakukan program mina padi.
Mina padi merupakan integrasi antara pertanian dan budi daya ikan dalam satu lahan.
“Kami mengharapkan, beberapa koperasi lokal binaan Dinas Koperasi dan UMKM Bartim, bisa mengelola hasil produksi padi tersebut dengan maksimal,” katanya.
Harga gabah kering panen di Kabupaten Barito Timur, saat ini mencapai Rp4.300/kg. Sedangkan harga gabah kering giling Rp4.800/kg.
“Jika dikelola dengan sebaik-baiknya, sudah ada potensi dan akan menguntungkan bagi pengelola. Potensi mina padi perlu diingat bukan hanya menghasilkan beras, tapi juga ikan yang dibudidayakan di lahan tersebut”, kata Riza.
Selain pengelola yang mendapat untung, para petani juga mendapatkan laba, karena setelah panen bisa langsung dipasarkan oleh koperasi untuk dijual kembali ke distributor di pasar-pasar besar yang ada di Jawa.
Ikan yang dipanen juga diharapkan bisa dipasarkan para petani secara langsung, ke pasar-pasar tradisional atau pelaku usaha perikanan.
“Ada dua keuntungan petani dengan menggunakan pola mina padi itu. Pertama, panen padi organik yang bernilai ekonomis dan keuntungan kedua, panen ikan. Pengembangan pertanian padi sawah pola mina padi akan terus dikembangkan, untuk menyukseskan pengembangan ekonomi kerakyatan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Barito Timur,” demikian Riza Rahmadi.  (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...