Distan Lebak Kembangkan Aneka Olahan Buah Pisang

191
Ilustrasi. Dok CDN
LEBAK – Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Lebak, mengembangkan produk aneka makanan pisang, guna mendukung sektor pariwisata, sehingga dapat mendorong peningkatan ekonomi masyarakat di daerah itu.
“Kita optimis produk aneka pisang menjadikan daya tarik bagi pengunjung wisatawan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Kabupaten Lebak, Dede Supriatna, di Lebak, Minggu (2/12/2018).
Selama ini, Kabupaten Lebak penghasil komoditas pertanian pisang terbesar di Provinsi Banten. Produksi pisang hingga puluhan ton per hari dipasok ke luar daerah dalam bentuk tandan.
Padahal kata dia, jika masyarakat mengelola aneka makanan pisang, dipastikan memberikan nilai tambah pendapatan ekonomi. Karena itu, pihaknya menggandeng Dinas Perindustrian dan Perdagangan setempat untuk mengembangkan aneka makanan pisang.
Apalagi, kebijakan pemerintah daerah menggulirkan sektor pariwisata, guna mendukung laju pertumbuhan ekonomi masyarakat. “Kami yakin, produk aneka makanan pisang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan domestik dan mancanegara,” katanya.
Menurut dia, pengembangan aneka makanan pisang itu dikembangkan di kawasan wisata Curug Munding di Kecamatan Gunungkencana.
Sebab, di daerah tersebut terdapat kawasan perkebunan pisang tandan atau pisang galek.
Para wisatawan selain mendatangi obyek wisata Curug Munding, juga bisa menikmati aneka makanan pisang, sekaligus bisa melihat perkebunan pisang. Bahkan, produk aneka makanan itu bisa dijadikan “buah tangan” atau oleh-oleh bagi wisatawan.
Pengembangan aneka pisang itu, kata dia, nantinya dilakukan diversertifikasi produk panganan yang enak dan lezat. Namun, produksi pangan tersebut dengan cara dibakar, dengan menggunakan bahan campuran mentega, keju dan lainnya.
“Jika makanan pisang itu dirasakan enak di lidah, maka akan lebih menarik wisatawan domestik hingga mancanegara berkunjung,” jelasnya.
Ia mengatakan, pengembangan aneka pisang tentu akan melahirkan klaster-klaster ekonomi di masyarakat dengan memproduksi usaha makanan pisang.
Masyarakat bisa saja membuka usaha produk aneka makanan pisang, seperti di warung-warung maupun kafe di sekitar lokasi wisata.
Saat ini, kata dia, produksi pisang yang berkembang di Kabupaten Lebak, yakni produksi sale pisang dan keripik pisang. Dengan demikian, pihaknya optimis produk aneka pisang akan menyumbangkan pendapatan ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah memfasilitasi pemasaran produksi aneka makanan pisang, dengan membantu kemudahan pemasaran, seperti Plaza Komoditas maupun promosi.
“Kami berharap, aneka makanan pisang itu bisa terintegrasi dengan kawasan wisata, dan melahirkan pertumbuhan ekonomi warga setempat,” ujarnya. (Ant)
Baca Juga
Lihat juga...