Distribusi Sinyal ke Daerah Dorong Perekonomian

Editor: Koko Triarko

Ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, menyakini pembangunan infrastruktur jaringan komunikasi akan mempercepat usaha pemerintah mengenai inklusi keuangan bagi usaha ultra mikro.

“Dengan teknologi digital, semua menjadi lebih mudah, perangkat pun semakin hari semakin pintar, keuangan inkluif menjadi lebih realistis,” kata Direktur Utama BAKTI, Anang Latif, saat peluncuran uji coba ekosistem digital pembiayaan ultra mikro di Kementerian Keuangan, Selasa (11/12/2018).

BAKTI saat ini sedang menggelar pembangunan jaringan pita lebar Palapa Ring, agar seluruh wilayah di Indonesia dapat terhubung ke jaringan komunikasi dan internet cepat.

Palapa Ring terdiri dari tiga paket, yakni, barat, tengah dan timur, keseluruhan paket ini dijadwalkan selesai dan dapat beroperasi pada 2019 mendatang.

Di samping Palapa Ring, BAKTI juga merencanakan pemasangan satelit multifungi untuk menjangkau daerah yang tidak bisa mendapatkan akses melalui kabel jaringan, sehingga seluruh wilayah di Tanah Air akan terhubung ke jaringan komunikasi.

“Infrastruktur jaringan didukung dengan sistem transaksi nontunai yang semakin popuer di Indonesia, diharapkan dapat mempercepat inklusi keuangan ini,” kata Anang.

Banyaknya pemain dompet digital untuk pembayaran nontunai membuat BAKTI tidak perlu membangun sistem baru, melainkan menggunakan yang sudah dikembangkan oleh perbankan maupun perusahaan rintisan yang bergerak di sektor teknologi finansial.

“Kami meyakini, dengan distribusi sinyal sampai ke daerah-daerah, akan mendorong perekonomian,” kata Anang.

Pembiayaan kredit ultra mikro (UMI), merupakan kerja sama Kominfo, Kemenkeu dengan pelaku dompet elektronik, saat ini yang bergabung adalah TCASH, Bukalapak, GoPay dan t-money.

Target wilayah uji coba, antara lain berada di wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Bantuan kredit dari pemerintah ini diberikan dalam bentuk saldo di dompet elektronik tersebut, dengan maksimal pinjaman sebesar Rp10 juta.

Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, ditemui di acara yang sama, menyatakan untuk menjamin keamanan data dan transaksi, mereka menerapkan sistem digital signature berdasarkan algoritm,e untuk memastikan pengirim dan penerima merupakan orang yang berhak dalam program kredit tersebut. (Ant)

Lihat juga...