DKP Babel Salurkan Bantuan Alat Tangkap 20 Koperasi Nelayan

PANGKALPINANG  – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menyalurkan bantuan peralatan penangkapan ikan kepada 20 koperasi nelayan tradisional sebagai upaya memberdayakan perekonomian masyarakat pesisir di daerah itu.

“Bantuan GPS 20 unit, mesin tempel 15 PK 20 unit dan jaring 200 pic diserahkan kepada koperasi nelayan berbadan hukum,” kata Kepala DKP Provinsi Kepulauan Babel, Darwinto, usai menyerahkan bantuan sarana dan prasana penangkapan ikan nelayan di Pangkalpinang, Jumat.

Ia mengatakan, dana pengadaan bantuan GPS, mesin tempel 15 PK dan jaring gilnet ini, berasal dari APBD 2018 dan diserahkan kepada 20 koperasi nelayan tradisional berbadan hukum, guna membantu nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan ikan dan kesejahteraan keluarganya.

Sebanyak 20 koperasi nelayan menerima bantuan tersebar di kabupaten/kota dengan rincian Kota Pangkalpinang tiga koperasi, Kabupaten Bangka 2 Koperasi, Bangka Tengah 5 koperasi, Bangka Selatan 5 koperasi, Bangka Barat 2 koperasi, Belitung 1 koperasi dan Belitung Timur 2 koperasi.

“Pembagian bantuan ini bukan karena tidak adil, tetapi berdasarkan proposal dari koperasi di masing-masing kabupaten/kota,” katanya.

Menurut dia, bantuan peralatan penangkapan ikan ini diberikan kepada koperasi berbadan hukum dan tidak bisa lagi diserahkan kepada kelompok atau nelayan pribadi sebagaimana diatur dalam peraturan berlaku.

“Kami memastikan bantuan ini tidak lagi diberikan kepada nelayan pribadi, karena sebelum penyerahan bantuan petugas sudah melakukan pendataan dan meninjau langsung calon penerima bantuan,” ujarnya.

Ketua DPC HNSI Kabupaten Bangka, Ridwan, mengucapkan terima kasih kepada pemerintah provinsi yang telah membantu koperasi dengan alat tangkap ikan.

“Bantuan ini tentu sangat membantu koperasi dalam mengembangkan usaha, sekaligus akan memberdayakan ekonomi anggota,” ujarnya.

Oleh karena itu, diimbau nelayan yang belum bergabung dengan koperasi dan kelompok berbadan hukum agar bisa mengakses berbagai bantuan pemerintah ini.

“Saat ini masih banyak nelayan tradisional yang melakukan usaha secara sendiri-sendiri, sehingga mereka sulit untuk mengembangkan usaha, karena tidak adanya bantuan dan pembinaan pemerintah,” katanya.  (Ant)

Lihat juga...