DKP NTB, Keberadaan PPN Teluk Awang Tingkatkan Penjualan Nelayan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

139
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu. Hamdi. Foto: Turmuzi

MATARAM — Keberadaan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat dinilai mampu meningkatkan nilai transaksi penjualan ikan selama 2018.

“Semenjak PPN Teluk Awang ada dan beroperasi, banyak nelayan melakukan transaksi penjualan dengan para pembeli di Teluk Awang, sehingga berpengaruh terhadap nilai penjualan ikan yang meningkat,” kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB, Lalu. Hamdi di Mataram, Senin (3/12/2018).

Ia mengatakan, hingga Oktober saja, hasil penjualan menembus 11 miliar lebih. Semenjak beroperasi dengan keberadaan kantor administrasinya, PPN Teluk Awang perlahan-lahan mulai hidup.

Ikan – ikan yang dijual para nelayan dengan para pembeli di Teluk Awang pun beragam, mulai dari tuna, cakalang marlin, kemadang, tongkol dan beberapa jenis ikan berkualitas lain, dengan jumlah produksi harian yang mendarat antara 3-5 ton .

“Kita tentu berharap, dalam beberapa tahun mendatang aktivitas transaksi penjualan ikan, baik dari nelayan NTB maupun luar di PPN Teluk Awang akan semakin berkembang pesat, sehingga bisa berdampak terhadap perekonomian, khususnya di sekitar PPN Teluk Awang,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini jumlah kapal ikan di PP Teluk Awang sebanyak 39 unit, dan 17 unit bantuan pemerintah. Sementara jumlah kapal ikan yang mendarat setiap hari antara 2 – 7 unit kapal setelah menangkap ikan selama 4-5 hari ke jarak 12 mil laut.

Nelayan sangat bergairah dalam mengembangkan usahanya setelah adanya rumpon (sarang ikan) yang dibuat di laut lepas. Rumpon sangat mendukung efisiensi dan efektivitas penangkapan ikan.

“Saat ini kami terus bekomunikasi dengan KKP. Pemda Loteng untuk kita lengkapi pembangunan sarana pabrik es, cold storage dan penyediaan air bersih dan BBM. Hal ini vital untuk mendukung logistik kapal-kapal dari luar daerah yang akan direlokasi pangkalannya ke Teluk Awang,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Susui Pudjiastuti berharap, supaya keberadaan PPN Teluk Awang bisa menjadi daya ungkit meningkatkan nilai ekonomi ikan hasil tangkapan nelayan.

Untuk mendukung itu, selain memberikan bantuan alat tangkap ikan, KKP juga memberikan bantuan kapal untuk digunakan melaut kelompok nelayan menangkap ikan, sehingga bisa bersaing dan mendapatkan ikan lebih banyak.

Pemerintah pusat juga berencana mengalihkan ratusan kapal tangkap nelayan dari Benoa, Bali ke tiga pelabuhan perikanan di nusantara. Pelabuhan Perikanan Teluk Awang, Lombok Tengah salah satunya.

Ketika kapal-kapal dimaksud telah masuk dan berpangkalan di sana. Otomatis akan mendatangkan PAD bagi daerah, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan perputaran uang dari hasil pendaratan ikan.

Baca Juga
Lihat juga...