Dongeng Dekatkan Anak pada Guru dan Orang Tua

Editor: Koko Triarko

206
Ariyo Zidni, Pendongeng -Foto: Akhmad Sekhu

JAKARTA – Mochammad Ariyo Faridh Zidni atau biasa dipanggil Ariyo Zidni, adalah seorang pendongeng yang aktif mengedukasi masyarakat AKAN pentingnya mendongeng. Bagi Ariyo, dongeng bisa menjadi kedekatan komunikasi hubungan antara anak dengan orang-orang terdekat, yaitu orang tua maupun guru.

“Awal ketertarikan saya pada dongeng sudah lama dari kuliah dulu di Sastra, yang membuat saya tahu tentang seni bertutur cerita lisan,“ kata Ariyo Zidni, pendongeng, kepada Cendana News, di Museum Gajah, Jakarta, Minggu (2/12/2018).

Lelaki kelahiran 18 Juni 1980 ini membeberkan tertarik pada dongeng, karena dengan dongeng ternyata anak-anak bisa senang. “Padahal sederhana, hanya cerita saja, begitu juga orang tuanya juga senang,” beber salah satu founder Ayo Dongeng Indonesia.

Dari situ, lanjut Ariyo, ia merasa perlu untuk menghidupkan dongeng ke masyarakat yang lebih luas lagi. “Saya mengajak ke teman-teman yang sama-sama suka untuk membuat kegiatan dongeng, agar dongeng kembali semakin dekat dengan masyarakat,“ ungkap pendongeng yang sebelumnya bekerja sebagai pustakawan di sebuah law firm ini.

Sebagai pendongeng, Ariyo mengenal almarhum Pak Raden yang dikenal sebagai tokoh dongeng Indonesia, dengan karyanya yang legendaris, yakni Boneka Si Unyil.

“Saya kenal dengan Pak Raden pada saat kuliah dulu, dikenalkan sama dosen saya tentang Pak Raden yang membuat Boneka Si Unyil, begitu ketemu dan bisa kenalan langsung dengan orangnya, Pak Raden baik banget, dan dari situ kita jadi dekat,“ kenang lulusan S1 Ilmu Manajemen Informasi dari Universitas Indonesia ini.

Bagi Ariyo, sosok Pak Raden adalah seniman tulen yang multi talenta. “Pak Raden bisa menulis cerita dongeng, bikin ilustrasi, bikin lagu, bikin boneka, dan mampu mendongeng, jadi memang beliau serba bisa, multi talenta,“ papar pendongeng yang berkesempatan menghibur korban bencana dengan dongeng saat tsunami Aceh pada 26 Desember 2004.

Selain itu, ia juga pernah mendongeng di panti asuhan, panti jompo, sekolah, dan taman bacaan.

Saat Pak Raden meninggal, Ario punya ide mengajak teman-teman pendongeng dalam komunitas Forum Dongeng Nasional, agar hari lahir Pak Raden dijadikan sebagai Hari Dongeng Nasional.

“Hal itu tidak formal, baru sebatas teman-teman sesama pendongeng, tapi untuk mengajukan peringatan Hari Dongeng Nasional tentu banyak persyaratan dan tahapan, jadi kita berpikir nanti saja,“ ujarnya.

Ariyo senang melihat generasi sekarang yang muda-muda sudah mulai banyak yang tertarik mendongeng. “Ada yang serius menekuni dunia dongeng sebagai pekerjaan, ada yang hanya sekadar hobi, bahkan banyak yang muda-muda menulis cerita yang bagus-bagus,“ ungkapnya.

Menurut Ariyo, kebutuhan cerita dongeng pada anak-anak ternyata semakin besar. “Hal ini yang menjadi salah satu yang mendorong dongeng semakin digemari di tengah masyarakat,“ tegasnya.

Ariyo berharap, dongeng banyak dilakukan orang tua maupun guru. “Dongeng bisa menjadi kedekatan komunikasi hubungan antara anak dengan orang tua maupun guru yang lancar, agar anak-anak tidak terlalu banyak main game di gadget yang membuat kesenjangan hubungan anak dengan orang-orang terdekat,“ tandasnya.

Baca Juga
Lihat juga...