Dugaan Pelanggaran Pemilu Bupati Faida, Siapapun yang Melanggar Ditindak

Editor: Mahadeva WS

Komisioner Bawaslu Jatim, Ikhwanudi Alfianto. Foto: Kusbandono.

JEMBER – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jawa Timur (Jatim) meminta Bawaslu Kabupaten Jember bersikap netral dan serius. Harapan itu disampaikan, berkaitan dengan upaya memproses temuan video dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Bupati Faida.

Dalam video yang sempat viral di media sosial tersebut, Bupati Faida, diduga sengaja mengkampanyekan suaminya, Abdul Rohim, yang saat ini mencalonkan diri sebagai Calon Anggota DPR RI dari Partai Nasdem. “Perangkat Desa (dilarang) ikut serta atau terlibat kampanye pemilihan umum dan atau pemilihan kepala desa. Makane ojo bengak-bengok Pak Rochim (Suami Bupati), seng penting dicoblos,” ujar Faida dalam cuplikan video tersebut.

Komisioner Bawaslu Jatim, Ikhwanudi Alfianto, menyebut, sudah mengetahui keberadaan video tersebut. “Sudah (tahu). Terkait video itu, saat ini sedang didalami dan dikaji oleh Bawaslu Jember,” terangnya saat dikonfirmasi Cendana News via telepon seluler, Kamis (20/12/2018).

Ikhwan menyebut, penindakan dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan Bupati Faida, menjadi kewenangan Bawaslu Jember. “Ada prosedurnya (penindakan pelanggaran pemilu). Ditelusuri dulu, habis itu pleno untuk diputuskan melanggar atau tidak. Ini masih dikaji oleh Bawaslu Jember yang tahu secara teknis,” ungkapnya.

Bawaslu Jatim disebutnya, belum bisa berbuat sesuatu, sebelum ada kesimpulan atau rekomendasi dari tindaklanjut yang dilakukan Bawaslu Jember. Kendati demikian, Bawaslu Jember diminta tetap harus independen dan netral. Hal itu dilakukan dalam setiap penindakan pelanggaran pemilu, tanpa melihat status maupun jabatan pelaku. “Siapapun yang melanggar harus ada penindakan, didukung saksi dan bukti,” tegasnya.

Ketua Bawaslu Jember, Imam Thobrony Pusaka. Foto: Kusbandono.

Komisioner Divisi Pengawasan Bawaslu Jember, Endah Prasetyowati, mengatakan, saat ini pihaknya sudah membentuk tim investigasi, untuk menelusuri dugaan pelanggaran pemilu oleh Bupati Faida. “Masih membentuk Tim Investigasi,” jawabnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Ketua Bawaslu Jember, Imam Thobrony Pusaka, menilai, apa yang disampaikan oleh Bupati Faida sudah masuk kategori pelanggaran pemilu. “Sepemahaman saya, sepengamatan saya itu (video) memang melanggar,” terang Thobrony

Kendati demikian, Thobrony, belum bisa memutuskan apakah temuan itu masuk kategori melanggar atau tidak. Masih harus melalui kajian dan pleno komisioner, untuk mendapatkan kesimpulan. “Kita masih kaji, dan akan kita plenokan bersama komisioner, apakah melanggar atau tidak,” pungkasnya.

Lihat juga...