Edukasi Bencana Warga di Sekitar Lereng Merapi

Editor: Satmoko Budi Santoso

222

YOGYAKARTA – Sebagai upaya meningkatkan kesiapan-siagaan warga di kawasan rawan bencana, jajaran aparat terkait baik pemerintah, BPBD hingga TNI dan Polri, tak henti melakukan upaya edukasi atau pendidikan terkait kebencanaan bagi warga yang tinggal di sekitar kawasan lereng gunung Merapi.

Pendidikan kebencanaan dinilai sangat penting diberikan guna mengedukasi serta membiasakan masyarakat agar memiliki kesadaran serta kemampuan teknis saat bencana terjadi. Hal semacam ini diperlukan guna meminimalisir jatuhnya korban saat peristiwa bencana suatu saat benar-benar terjadi.

Salah satu bentuk pendidikan kebencanaan yang kerap dilakukan adalah dengan menggelar latihan rutin simulasi bencana erupsi Merapi. Seperti dilakukan jajaran Korem 072 Pamungkas bersama ratusan warga asal tiga kecamatan di lereng gunung Merapi, Kamis (7/12/2018).

Sekitar 450 warga dari sejumlah kawasan rawan bencana seperti Cangkringan, Wukirsari hingga Pakem mengikuti simulasi bencana erupsi, bersama 150 anggota personel TNI. Warga dilatih melakukan proses evakuasi, mulai dari menuju titik kumpul, pengangkutan dengan menggunakan kendaraan, hingga saat berada di daerah pengungsian.

Perwira Seksi Latihan Korem 072 Pungkas Kapten Infantri Abdul Rohmat – Foto: Jatmika H Kusmargana

Perwira Seksi Latihan Korem 072 Pamungkas, Kapten Infantri Abdul Rohmat, mengatakan, simulasi bencana ini digelar sebagai upaya meningkatkan kesiap-siagaan seluruh jajaran mulai dari pemerintah desa, BPBD, TNI hingga masyarakat dalam menghadapi bencana.

Apalagi saat ini kondisi gunung Merapi masih dalam status waspada atau berada di level II.

“Hal semacam ini terus kita lakukan agar masyarakat terbiasa menghadapi situasi bencana. Jadi apabila bencana benar-benar terjadi, semua unsur telah siap, sehinggga tidak ada korban jiwa,” katanya.

Digelar selama 5 hari berturut-turut, kegiatan simulasi bencana ini memberikan sejumlah materi mulai prakebencanaan seperti sosialisasi bencana, proses evakuasi, penanganan pengungsi hingga rekonstruksi.

Sementara dari pihak TNI sendiri, sejumlah personel diterjunkan untuk melakukan evakuasi, pengadaan pusat kesehatan, dapur umum hingga barak pengungsi.

Salah seorang warga Wukirsari, Siti Aisyah, mengaku antusias mengikuti kegiatan ini sebagai upaya menyiapkan diri dan keluarganya dalam menghadapi situasi darurat bencana.

Wanita yang tinggal bersama 3 anggota keluarganya ini, menilai penting mengikuti kegiatan semacam ini agar semakin tahu dan paham akan berbagai aspek kebencanaan.

“Ya agar paham bagaimana harus bertindak ketika bencana terjadi. Karena kan pasti suatu saat Merapi akan erupsi kembali. Jadi kita harus sudah siap,” ujarnya.

Baca Juga
Lihat juga...