Edukasi Penyulingan, Upaya Mekarsari Tunjukkan Keajaiban Tanaman

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

193

BOGOR — Salah satu dari keajaiban tanaman adalah hasil ekstraksinya yang bisa difungsikan sebagai aromatik. Baik yang berfungsi di bidang kesehatan maupun untuk pewangi. Ekstrak aromatik ini bisa berasal dari bunga, daun, batang dan buah.

Staf Research and Development Taman Buah Mekarsari, Danu Sabda menjelaskan, minyak atsiri atau minyak biang dari tanaman bisa didapatkan dari proses penyulingan bagian tanaman.

“Bahan baku nanti akan dimasukan kedalam alat penyulingan dan dipanaskan dengan api sedang hingga mencapai titik didih air, sekitar 90-100 derajat. Sehingga bisa didapatkan uap airnya. Dari uap airnya ini, nanti akan masuk ke tabung yang akan memisahkan antara minyak dan air,” kata Danu kepada Cendana News, Senin (3/12/2018).

Jika sudah didapatkan semua, air akan dikeluarkan dari keran kecil yang ada di bawah tabung. Sehingga hanya meninggalkan minyak biang di dalam tabung suling.

“Jumlah minyak yang dihasilkan memang tergantung bahan bakunya. Jumlah air, biasanya lebih banyak dari jumlah minyak. Komposisinya sekitar 20 berbanding 80, bisa lebih atau kurang. Kalau yang dari bunga, seperti mawar atau melati, minyak yang dihasilkan itu sedikit. Tapi kalau dari keluarga jeruk-jerukan atau sereh, kandungan minyaknya banyak. Sehingga bahan baku yang sedikit, bisa menghasilkan minyak yang banyak,” papar Danu lebih lanjut.

Waktu untuk melakukan penyulingan juga ditentukan oleh jenis bahannya. Untuk tanaman yang kandungan minyaknya sedikit, maka proses yang dibutuhkan juga lebih lama.

“Untuk yang kandungan minyak sedikit, selain bahan bakunya butuh banyak, waktu yang dibutuhkan dalam proses penyulingan juga akan lebih lama untuk mendapatkan hasil yang sama dengan jenis tanaman yang mengandung minyak lebih banyak. Normalnya antara 20-45 menit. Tapi kalau yang kandungan minyak sedikit, bisa satu jam,” kata Danu.

Alat Penyulingan yang digunakan untuk mengedukasi pengunjung di Taman BUah Mekarsari. Foto: Ranny Supusepa

Kualitas bahan baku menurut Danu juga mempengaruhi wangi dan jumlah minyak yang akan dihasilkan. Jika bahan baku yang sudah ada belum memasuki proses penyulingan, maka bisa dilakukan proses penjemuran terlebih dahulu.

Alat penyulingan yang dimiliki oleh Taman Buah Mekarsari, diakui oleh Danu hanya yang sederhana. Karena berfungsi untuk edukasi, yaitu menjelaskan kepada para pengunjung mengenai proses penyulingan tanaman.

“Biasanya untuk proses penyulingan, kita akan memberikan demo kepada para pengunjung. Terutama untuk pengunjung anak-anak sekolah. Inti edukasinya adalah menunjukkan kepada mereka bagaimana proses penyulingan itu dilakukan,” ucapnya.

Sejauh ini, Taman Buah Mekarsari sudah melakukan proses penyulingan untuk lebih dari 20 jenis tanaman untuk display pada pengunjung.

“Sebenarnya setiap tanaman yang memiliki wangi, bisa kita ekstrak. Tapi yang menjadi penentu untuk dilakukannya proses penyulingan secara massal adalah faktor komersilnya. Biasanya yang menjadi favorit orang itu adalah lemon. Kalau untuk minyak atsiri yang berasal dari bunga, karena membutuhkan bahan baku yang banyak, harganya menjadi lebih mahal,” kata Danu.

Minyak atsiri yang berasal dari buah, menurut Danu, biasanya dicampur dengan daun. Seperti dari keluarga jeruk, minyak atsirinya berasal dari campuran kulit buahnya dengan daun.

“Ada juga yang dari buahnya saja, misalnya lemon atau cengkeh. Itu dari buahnya saja tanpa dicampur dengan daunnya. Kalau yang dicampur, biasanya jeruk purut,” ucap Danu.

Untuk campuran minyak atsiri ini, biasanya menggunakan alkohol yang berkadar maksimal hingga 70 persen, sementara untuk pewangi bisa lebih rendah lagi. Fungsi alkohol ini adalah untuk mengencerkan minyak atsiri.

“Kenapa alkohol? Karena minyak atsiri akan membentuk larutan homogen dengan alkohol. Kalau untuk pewangi itu kadarnya lebih rendah lagi, sehingga tidak akan menimbulkan iritasi di kulit. Kalau untuk dijadikan lilin terapi, tetap saja berasal dari minyak atsiri-nya. Esensi minyak atsiri ini tidak akan berubah selama bahan pencampurnya tidak merubah aroma aslinya,” kata Danu.

Beberapa jenis minyak aromatik yang dimiliki oleh Taman Buah Mekarsari adalah melati susun, sereh, lemon, jeruk purut, cengkeh, kayu manis, kayu putih, adas, mawar, kenanga, gardenia.

Baca Juga
Lihat juga...