Edward Soeryadjaya Dituntut 18 Tahun Penjara

261
Antikorupsi, ilustrasi -Dok: CDN

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU), menuntut penjara 18 tahun terhadap terdakwa Edward Seky Soeryadjaya, dalam kasus korupsi pengelolaan dana pensiun PT Pertamina, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

JPU menilai, terdakwa Edward, terbukti bersalah dalam mengatur transaksi jual-beli saham, pengelolaan Dana Pensiun (DP), melalui investasi saham di PT Sugih Energy (Sugi). Terdakwa ESS, dianggap melanggar Pasal 2 Ayat (1), Pasal 3, Undang-undang No.31/1999, sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang No.20/2001, tentang Perubahan atas Undang-undang No.31/1999. tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Ancaman hukumannya, 18 tahun penjara.

Jaksa juga menyatakan, terdakwa tidak mengkaji secara mendalam, saat akan memutuskan transaksi jual-beli saham DP Pertamina.  Sehingga transaksi tersebut mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp599,4 miliar. Pada sidang agenda tuntutan itu, sempat terjadi debat saat kuasa hukum terdakwa, Bambang Hartono, meninggalkan ruang persidangan. Sementara pengacara senior, Yusril Izha Mahendra, masuk dalam tim pembela Edward.

Keduanya sempat meninggalkan persidangan. Namun, akhirnya mereka masuk kembali ke ruang sidang guna mengikuti jalannya sidang tuntutan. Sebelumnya, pengusaha Edward Seky Soeryadjaya terjerat kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Pensiun PT Pertamina (Persero) pada tahun anggaran 2014 sampai dengan 2015. Pada 2014, Edward yang merupakan pemegang saham mayoritas PT Sugih Energy Tbk. (SUGI) berkenalan dengan Muhammad Helmi Kamal Lubis. Perkenalan tersebut dimaksudkan untuk meminta agar Dana Pensiun Pertamina digunakan untuk membeli saham SUGI.

Selanjutnya, pada Desember 2014 hingga September 2015, Helmi diduga melakukan tindakan melawan hukum, dengan menginisiasi dan membeli saham SUGI sebanyak 2 miliar lembar saham, senilai Rp601 miliar, melalui PT Millennium Danatama Sekuritas. (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...