Empat Korban Longsor Pacitan Ditemukan Meninggal

321
Longsor - Dok: CDN

PACITAN – Empat korban tanah longsor, yang masih satu keluarga, di Desa Sidomulyo, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, Sabtu (8/12/2018), akhirnya berhasil ditemukan. Namun, keempatnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Didik Alih Wibowo, mengatakan, tiga korban pertama yang berhasil dievakuasi adalah Sogirah (46), Bogiyem (72), dan Katminem (58). “Tiga korban pertama ini ditemukan setelah dilakukan pencarian secara manual oleh tim SAR dari unsur Basarnas, TNI, Polri maupun relawan warga,” kata Didik.

Proses pencarian korban longsor di Dusun Jambu, Desa Sidomulyo, Kecamatan Kebonagung berjalan lama. Keberadaan, material longsor yang sebagian besar menumpuk di belakang bangunan permanen milik korban Misgiman, kondisinya masih labil, dan berpotensi terus bergerak karena lembek.

Tim SAR kemudian menggunakan teknik penyisiran dan penyemprotan. Hasilnya, satu per-satu korban berhasil dievakuasi. Sogirah ditemukan lebih dulu, disusul Bogiyem dan baru Katminem. Sementara, jasad Misgiman tidak kunjung ditemukan, sehingga tim SAR gabungan memutuskan untuk mendatangkan alat berat jenis eksavator kecil, guna membantu mengurai material longsor berikut konstruksi bangunan yang ambruk.

Upaya itu membuahkan hasil. Jasad Misgiman (62) ditemukan tertimbun material longsor di bagian belakang rumah. Para korban sempat di bawa ke masjid desa sebelum kemudian dimakamkan di Desa Klesem atas permintaan keluarga.

Kapolres Pacitan, AKBP Sugandi, proses awal evakuasi sempat mengalami kesulitan, karena lokasi agak jauh dari jalan raya serta, medan yang berat. Tercatat, Sugandi turun langsung memimpin sekira 200 persenel kepolisian membantu evakuasi.

Wakil Bupati Pacitan, Yudi Sumbogo, yang menunggui proses evakuasi mengungkapkan, sebagian besar wilayah di lokasi longsor, merupakan kawasan rawan bencana. Oleh karena itu, masyarakat diminta, untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat turun hujan dengan intensitas tinggi.

Sementara itu, Pemprov Jawa Timur (Jatim), akan menyantuni keluarga korban meninggal dunia akibat longsor tersebut. “Kami atas nama Pemprov dan Gubernur Jatim, Soekarwo mengucapkan turut duka cita kepada korban tanah longsor di Pacitan,” kata Kabiro Humas dan Protokol Setdaprov Jatim, Aries Agung Paewai.

Pemprov Jatim, disebutnya, menyantuni korban meninggal dunia sebesar Rp5 juta per orang, sebagai bentuk ucapan belasungkawa. Diharap, keluarga yang ditinggalkan bisa tabah menerima cobaan tersebut

Musibah banjir dan tanah longsor, terjadi karena air sungai meluap, akibat tidak mampu menampung. Air masuk ke pemukiman warga di Desa Purwoasri, Desa Kayen dan Desa Kebonagun yang ketinggiannya mencapai 30-50 sentimeter.

Dampaknya, 236 jiwa mengungsi, masing-masing 217 orang dari Dusun Jelok, empat orang dari Dusun Wetih, tiga orang dari Dusun Krajan dan 12 orang dari Dusun Jambu. Menurut Aries, sesuai arahan Gubernur Jatim, Kepala Pelaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, diperintahkan ke lokasi bencana sekaligus mengirimkan bantuan kemanusiaan. (Baca: https://www.cendananews.com/2018/12/empat-warga-tertimbun-longsor-di-pacitan.html).

Di lokasi, BPBD Pacitan menjadi komando upaya darurat bersama Babinsa, Babinkamtibmas, Tagana, Dinkes, Dinsos, Banser dan potensi SAR untuk melakukan evakuasi warga terdampak bencana.  (Ant)

Baca Juga
Lihat juga...